Sabtu, 11 Juli 2020 07:49

Permintaan Meningkat, OMS SIG Produksi Masker Kain

Kamis, 09 April 2020 20:17 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Suwandi
Permintaan Meningkat, OMS SIG Produksi Masker Kain
OMS klaster jahit binaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) saat menggarap orderan masker.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Tingginya kebutuhan masker bagi masyarakat membuat Organisasi Masyarakat Setempat (OMS) klaster jahit binaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) beralih memproduksi masker. Apalagi, menyusul imbauan pemerintah kepada seluruh masyarakat agar menggunakan masker saat keluar rumah guna mencegah penularan virus Corona atau Covid-19.

Setidaknya ada enam OMS klaster jahit yang saat ini membuat masker untuk memenuhi kebutuhan masker di tengah pandemi Corona. Yakni, OMS Karya Muda Taylor Desa Sugihan, Jamaah Tahlil Nurul Huda Desa Tegalrejo, Juwiri Mandiri Desa Tuwiri Wetan, IPPNU Desa Margorejo, Bank Sampah Kencana Madya Desa Temandang, dan Cindrawasih Desa Kapu.

"Kebutuhan alat pelindung diri masker meningkat karena efek Corona. Sehingga masker sangat sulit didapatkan. Untuk itu, OMS binaan Semen Indonesia klaster jahit kita sarankan untuk membuat masker," terang GM of Corporate Communication PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Fardhi Sjahrul Ade, Kamis (9/4).

Selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan membuat masker juga dapat meningkatkan pendapatan konveksi binaan perusahaan semen milik Negara tersebut.

Namun, Fardhi juga berpesan kepada para OMS pembuat masker untuk menjual produknya sesuai dengan standar yang ada. Sehingga, tidak memberatkan masyarakat yang membeli masker.

"Pembuatan masker ini tidak hanya murni bisnis semata. Namun, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah harga masker yang sangat mahal dan langka," ungkapnya.

Menurutnya, SIG juga telah memberikan bantuan berupa alat kesehatan dan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19 di wilayah Gresik, Tuban, dan Rembang. Bantuan untuk tenaga medis senilai Rp 1,3 miliar tersebut diharapkan dapat menjamin keamanan tenaga medis dalam memberikan pelayanan optimal di tengah kelangkaan APD dan alat kesehatan lainnya.

"Mari kita bersama-sama untuk menangani wabah Corona ini. Dan kita bersama-sama berdoa agar wabah ini segera dapat berakhir," tandasnya.

Sementara itu, Ketua OMS IPPNU Desa Margorejo, Deni M mengatakan, kelompoknya saat ini banyak mendapatkan pesanan masker. Pesanan tersebut datang dari berbagai kalangan mulai dari partai politik, pemerintah desa, organisasi masyarakat, dan dari berbagai intasi lainnya.

"Ini kita juga mendapatkan pesanan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban masker batik. Untuk pembuatan masker sendiri rata-rata per hari kita mampu membuat 600 pcs karena keterbatasan tenaga dan mesin," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua OMS Karya Muda Taylor Desa Sugihan, Siti Mufadhilah. Jika sebelumnya banyak membuat seragam sekolah, TPQ, dan pakaian pesanan masyarakat sekitar, kini ia banyak mendapatkan pesanan masker. Tak hanya pesanan lokal, masker buatannya juga mendapat orderan dari luar kota.

"Kemarin kita kirim ke Lamongan sebayak 4.000 masker," tuturnya.

Menurutnya, harga masker buatannya relatif standar, mulai Rp 2.500 hingga Rp 5.000 per biji. Harga tersebut tergantung permintaan dari konsumen, mulai dari model dan jenis kainnya seperti apa.

"Kendalanya saat ini pembelian bahannya, banyak toko kain yang tutup dan persediaan kain untuk masker juga banyak yang habis. Karet untuk tali masker kita harus online," pungkasnya. (wan/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 11 Juli 2020 01:28 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...