Sabtu, 06 Juni 2020 20:02

Hasil Lab Surabaya dan Jakarta Berbeda, Bocah 11 Tahun yang Meninggal di Pamekasan Positif Covid-19

Senin, 30 Maret 2020 13:56 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Yeyen
Hasil Lab Surabaya dan Jakarta Berbeda, Bocah 11 Tahun yang Meninggal di Pamekasan Positif Covid-19
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat memberikan keterangan terkait adanya pasien positif virus Corona (Covid-19), Ahad (29/3).

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Pamekasan resmi masuk daerah zona merah, dengan adanya pasien positif virus Corona atau Covid-19, Senin (30/03/20). Pasien tersebut adalah bocah 11 tahun yang telah meninggal Jumat (20/3) lalu.

Kabar ini disampaikan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam beserta Satgas Covid-19 dalam konferensi pers, Ahad (29/3) malam.

Kepada wartawan, Bupati Baddrut Tamam menyampaikan kronologi penetapan pasien positif Covid-19 oleh Tim Gugus Tugas Satgas Covid-19, yang disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur.

"Saya menyampaikan kronologi dulu bahwa pada tanggal 17 Maret tepatnya hari Selasa, datang anak umur 11 dari Malang dalam kondisi sudah sakit. Tanggal 19 Maret hari Kamis pukul 21.00 WIB masuk ke rumah sakit. Dan hari Jumat (20/03) pukul 12.30 WIB pasien meninggal dunia," tutur Baddrut Tamam kepada awak media.

Menurut Baddrut, bocah 11 tahun yang sebelumnya dikategorikan PDP Corona itu dikebumikan dengan SOP yang sudah ditentukan.

Berdasarkan hasil lab dari Balai Besar Tehnik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit di Surabaya yang keluar pada 24 Maret, pasien dinyatakan negatif Covid-19.

"Baru kemudian pada 29 Maret, hasil laboratorium Balitbangkes Jakarta menyatakan bahwa pasien PDP yang meninggal itu dinyatakan positif," jelasnya.

Baddrut Tamam mengatakan, ada beberapa langkah yang akan dilakukan pasca pasein meninggal itu dipastikan Covid-19.

"Yang pertama akan melakukan rapid tes terhadap orang-orang yang melakukan kontak langsung dengan pasien. Baru kemudian melakukan tracing dan menyampaikan informasi dari daerah asal," katanya.

Sebelumnya, seluruh dokter dan perawat yang menangani pasien juga dikarantina 14 hari dan sampai hari ini tidak ada keluhan apapun. "Orang tua dari pasien yang meninggal dunia juga melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, dan sampai hari ini juga tidak ada keluhan apapun," pungkasnya. (yen/dur/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Selasa, 02 Juni 2020 23:45 WIB
Oleh: M. Cholil NafisItulah kemudahan ajaran Islam. Kalau bisa dipermudah mengapa dipersulit, (yassiru wa la tu’assiru). Demikian prinsip ajaran Islam yang beradaptasi dengan kondisi dan zaman. Begitu juga soal pelaksanaan ibadah haji yang meny...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 03 Juni 2020 11:08 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <...