Minggu, 12 Juli 2020 17:04

Diduga Covid-19, ​Penyebab Kematian Wakil Ketua PCNU Kediri Tunggu Hasil Pemeriksaan

Kamis, 26 Maret 2020 22:01 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muji Harjita
Diduga Covid-19, ​Penyebab Kematian Wakil Ketua PCNU Kediri Tunggu Hasil Pemeriksaan
Juru Bicara Tim Komunikasi Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri yang juga Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Bambang Triono Putro.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Saat ini beredar pesan berantai di grup-grup WA, tentang penyebab kematian Drs. H. M. Nur Akhlis, M.Pd, warga Jl. Flamboyan, Desa Tulungrejo, Kecamatan, Pare, Kabupaten Kediri. Menurut pesan berantai tersebut, bahwa penyebab kematian NA adalah positif terpapar Covid-19.

Bahkan dalam pesan tersebut juga dikatakan bahwa keluarga yang kontak dengan yang meninggal harus diisolasi mandiri dan dimasukkan kategori ODR (Orang Dengan Risiko) yang sangat tinggi dan harus ada orang yang mengawasi.

Orang yang pertama merawat, orang yang mengunjungi harus diisolasi selama 14 hari. Kemudian yang menjadi masalah yaitu keluarga ini tidak tahu statusnya kondisi sehat tapi sudah ada virusnya dan itu sudah bisa menular.

Bahkan dalam pesan itu juga disebutkan bahwa RS HVA Pare telah menerima pasien atas nama Nur Akhlis, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Kediri. 

Kronologinya adalah pasien atas nama Nur Akhlis, pada Rabu malam tanggal 18 Maret 2020 lalu, mampir ke Garang Asem terlebih dahulu kemudian mampir ke Poli Internis.

Sebelumnya, ia telah mengikuti kegiatan pelatihan dan pembekalan terintegrasi calon petugas kloter (TPHI dan TPIHI) 3 kloter penerbangan haji Kab. Kediri tahun 1441 H/2020 di Asrama Haji Sukolilo Surabaya

Kemudian pada Kamis tanggal 19 Maret berada di rumah, Jum'at pagi tanggal 20 Maret 2020 sudah masuk (opname) melalui UGD. Kemudian pada hari Sabtu tanggal 21 Maret 2020 pihak RS HVA Pare, melapor ke Dinkes dan pada hari Senin tanggal 23 Maret 2020, RS HVA Tulungrejo baru dilakukan rujukan ke RSUD Kab. Kediri

Terkait dengan petugas/perawat yang kontak erat pada saat penanganan pasien tersebut, pihak RS HVA Tulungrejo sudah melakukan tindakan sesuai SOP. Bahkan saat pemakaman pun sudah melalui SOP yaitu tanpa pelayat dan tanpa ada tahlil.

Menanggapi adanya pesan berantai tersebut Juru Bicara Tim Komunikasi Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri, dr. Bambang Triono Putro, ketika dihubungi via aplikasi WA menjelaskan bahwa sampai saat ini hasil pemeriksaan atas nama NA, belum keluar, jadi belum bisa diketahui penyebab kematian NA.

"Sampai sejauh ini kami belum bisa menyampaikan pastinya karena hasil pemeriksaan belum keluar," ucap dr. Bambang Triano Putro via WA. (uji/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 11 Juli 2020 01:28 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...