Senin, 01 Juni 2020 05:29

Timbulkan Keresahan, Kades Lemper Minta Oknum Kepsek Penyebar Hoax Pasien Corona Diproses Hukum

Rabu, 25 Maret 2020 22:00 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yeyen
Timbulkan Keresahan, Kades Lemper Minta Oknum Kepsek Penyebar Hoax Pasien Corona Diproses Hukum
Kepala Desa Lemper Hosnan diwawancarai wartawan terkait hoax Corona yang viral di grup WhatsApp.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Hosnan, Kepala Desa Lemper Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan, meminta oknum kepala sekolah penyebar informasi hoax tentang adanya warganya yang terinfeksi virus Corona diproses hukum. 

Hal ini disampaikan Hosnan kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (25/03/20). Menurutnya, MS sebagai seorang kepala sekolah seharusnya ikut mengantisipasi penyebaran hoax, bukan malah membikin informasi yang menyesatkan.

"MS mengabarkan bahwa ada warga Lemper berinisial LH telah terinfeksi virus Corona yang kemudian viral di grup WhatsApp dan meresahkan masyarakat Pamekasan, khususnya warga Desa Lemper," Kata Hosnan.

Hosnan juga membantah, pihaknya sempat dimintai konfirmasi oleh MS, tentang adanya warga Lemper yang terinfeksi virus corona. "Sampai saat ini tidak ada warga saya yang terinfeksi virus corona," tegasnya.

Ia mengatakan Desa Lemper sangat dirugikan atas tersebarnya kabar bohong tersebut.

"Ada warga Lemper yang akan diberhentikan dari perusahaan, para penjual yang dagangannya tidak laku, bahkan ada siswa yang tidak mau sekolah di daerah Lemper akibat kabar hoax tersebut," tutur Hosnan.

Karena itu, ia meminta kepada pihak kepolisian untuk memproses hukum oknum ASN tersebut. "Seluruh warga Lemper meminta oknum kepsek di sekolah kecamatan Omben (Sampang, Red) tersebut diproses hukum agar menjadi pelajaran bagi yang lainnya," ujar Hosnan.

Di sisi lain, Darsih seorang warga Desa Lemper yang sehari-harinya berjualan mie ayam membenarkan kabar hoax tersebut sangat merugikan dirinya sebagai pedagang. 

"Akibat kabar tidak bertanggung jawab, jualan saya tidak laku. Mereka takut terinfeksi virus Corona, karena saya warga Desa Lemper," keluhnya.

Lain lagi yang dialami seorang tukang bangunan warga Lemper. Ia mengaku disuruh pulang karena tuan rumah tidak mau tertular Covid-19.

Saat ini MS yang diduga menyebarkan informasi hoax terkait adanya warga Desa Lemper yang terinfeksi virus corona sudah diperiksa oleh Polsek Pademawu.

"MS masih diperiksa sebagai saksi. Kita masih menunggu gelar perkara untuk menjadikan status tersangka," ujar Kanit Reskrim Polsek Pademawu, ipda Suyanto. (yen/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...