Penyemprotan disinfektan dilakukan di berbagai titik Kota Pahlawan.
Selain itu, pemkot juga mengadakan kegiatan belajar mengajar di rumah bagi siswa PAUD, TK, SD dan SMP di Surabaya. Namun begitu, masyarakat juga diimbau agar memanfaatkan berbagai layanan publik milik Pemkot Surabaya yang bisa dilakukan secara online. Selain menghemat biaya dan waktu tempuh dari rumah menuju lokasi pengurusan, langkah ini juga dapat meminimalisir kontak atau hubungan langsung untuk mencegah penyebaran COVID-19. Hal ini semata-mata untuk menjaga dan melindungi warga Surabaya dari penyebaran COVID-19.
Meski begitu, upaya Pemkot Surabaya untuk mencegah penyebaran COVID-19, rupanya tak berhenti sampai di situ. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, Pemkot Surabaya juga masif melakukan penyemprotan disinfektan di berbagai titik Kota Pahlawan untuk mengurangi bahaya mikroorganisme dan mencegah penyebaran COVID-19. “Kami juga membagikan hand sanitizer gratis kepada masyarakat. Hand sanitizer ini merupakan produksi mandiri Dinkes sesuai standarisasi dari WHO,” kata Feny sapaan akrabnya.

Upaya pencegahan COVID-19 ini nampaknya juga terus dilakukan Pemkot Surabaya. Terbaru, pemkot mendirikan posko di Lobi Balai Kota Surabaya. Posko ini bertujuan untuk mengkoordinir penyemprotan disinfektan ke berbagai titik di Kota Surabaya. Melalui posko ini, warga juga bisa menanyakan terkait dengan penyemprotan disinfektan yang dilakukan pemkot. Bahkan, warga juga bisa menanyakan bagaimana mekanisme apabila warga menginginkan penyemprotan disinfektan itu.
Di samping itu, Pemkot Surabaya juga sudah membuat dapur umum sejak Rabu (18/03/2020). Di dapur umum ini, pemkot membuat minuman tradisional (pokak) dan merebus telur yang diyakini dapat meningkatkan imun tubuh. Selanjutnya, minuman pokak dan telur rebus itu dikirimkan ke warga-warga di Kota Surabaya.
Namun demikian, Feny juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, jika mengalami gejala-gejala seperti batuk, demam, flu dan sesak nafas, agar memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan (faskes) terdekat. Menurutnya, hal ini sangat penting sebagai upaya deteksi dini untuk mencegah penularan COVID-19. “Silakan melakukan pemeriksaan ke faskes terdekat, jika mengalami gejala-gejala tersebut,” katanya.
Feny juga menyatakan, khusus bagi warga Surabaya yang kemudian dirujuk karena indikasi ODP (Orang Dalam Pemantauan) yang mempunyai gejala seperti COVID-19, maka biaya pemeriksaan Swab (pemeriksaan laboratorium) selanjutnya di rumah sakit Unair (RSUA) akan ditanggung Pemkot Surabaya. Namun sebaliknya, jika pasien yang datang tidak mempunyai gejala dan ingin melakukan pemeriksaan mandiri di RSUA, maka biaya sepenuhnya ditanggung sendiri. “Kita kerja sama dengan Rumah Sakit Unair (RSUA),” kata dia.
Sementara itu, Feny juga menambahkan, bagi pasien yang dinyatakan PDP (pasien dalam pengawasan) atau diagnosa positif COVID-19, maka selanjutnya biaya perawatan akan ditanggung oleh pemerintah pusat. “Jika warga ingin konsultasi terkait penanganan dan pencegahan COVID-19, juga bisa ke Puskesmas, agar tidak berbondong-bondong ke RSUA,” pungkasnya. (ian/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




