Polresta Sidoarjo dan jajaran melakukan pengawasan di berbagai sentra pasar, pertokoan, dan gudang sembako.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Guna memonitor stabilitas bahan kebutuhan pokok masyarakat di pasar dan pergudangan, Polresta Sidoarjo dan jajaran melakukan pengawasan di berbagai sentra pasar, pertokoan, dan gudang sembako.
Kegiatan ini juga untuk mengantisipasi penimbunan dan aksi borong barang kebutuhan pokok. Sebab, kepanikan akan pandemi Virus Corona (Covid-19), dikhawatirkan memicu terjadinya aksi penimbunan dan aksi borong, sehingga kebutuhan pokok menjadi langka di pasaran.
BACA JUGA:
- 35 Siswa SD di Sidoarjo Dapat Pelatihan Jadi Polisi Cilik untuk Lomba Polda Jatim
- Polresta Sidoarjo Amankan Truk Gandeng yang Tabrak Mahasiswi hingga Tewas di Buduran
- Polisi Sahabat Anak, Satlantas Polresta Sidoarjo Kenalkan Tertib Lalu Lintas Sejak Dini
- Rumah Bertuliskan 'Dijual' Jadi Markas Gas Oplosan, Sindikat di Sidoarjo Raup Puluhan Juta

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji, Jumat (20/3), mengatakan monitoring stabilitas bahan pokok sudah dilakukan beberapa hari ini, di18 kecamatan. Monitoring juga langsung dilakukan Polsek jajaran bersama TNI serta instansi terkait.
"Semua masih stabil. Harga relatif stabil, tidak ada kepanikan masyarakat untuk menimbun atau memborong bahan pokok. Kami juga terus menghimbau masyarakat, baik itu penjual maupun pembeli agar jangan panik akan situasi sekarang," jelasnya.

Di beberapa pasar tradisional, untuk harga telur ayam per kilogram Rp. 24 ribu, daging sapi per kilogram kisaran Rp. 90 ribu sampai 95 ribu, gula pasir ada sedikit kenaikan 15 ribu menjadi 17 ribu. Dan harga bahan kebutuhan pokok lainnya juga masih normal.
Dari hasil tersebut, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji menginstruksikan semua anggota Polresta Sidoarjo dan polsek jajaran, bersama TNI dan instansi terkait juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, akan tetapi tetap waspada. Sehingga diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Sidoarjo tetap aman dan kondusif di tengah pandemi Virus Corona. (cat/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




