Jembatan Lama Kota Kediri.
(Imam Mubarok, budayawan sekaligus penemu Sejarah Jembatan Lama, saat memberi keterangan kepada wartawan)
Menurut Gus Barok, data tentang pembangunan jembatan tersebut diperoleh dari buku dari Belanda dengan judul “Nieuw Nederlandsch Biografisch Woordenboek”.
Olivier Johanes, salah satu sumber yang ada di Belanda, juga seorang pengamat budaya Indonesia, adalah orang yang membantu menelusuri tentang sejarah panjang jembatan yang hingga kini masih berfungsi dengan baik.
Masih menurut Gus Barok, Jembatan Lama menjadi akses penghubung wilayah Barat dan Timur Kota Kediri. Jembatan ini sangat diperlukan, sebab hanya jembatan inilah sebagai penghubung wilayah Madiun dan Surabaya di kala itu.
Jembatan ini, lanjut Gus Barok, memiliki panjang 160 meter - lebar, 5,80 meter, dan tinggi dari permukaan air 7,50 meter. Jembatan Lama telah ditetapkan sebagai cagar budaya atas penetapan Tim Ahli Cagar Budaya Pemprov Jatim pada 12 Maret 2019 dan ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Wali Kota Kediri, H Abdullah Abu Bakar, pada tanggal 18 Maret 2019 bersamaan dengan peresmian Jembatan Brawijaya Kediri yang berada di sebelah Utara Jembatan Lama. (uji/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




