Sebanyak 278 kader Partai Gelora dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur mengikuti Akademi Manusia Indonesia (AMI). foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLINE
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Jawa Timur bertekad membentuk kader yang berkualitas dan mumpuni. Untuk itu, partai besutan Anis Matta dan Fahri Hamzah itu menyelenggarakan Akademi Manusia Indonesia (AMI), Sabtu (14/3).
AMI menjadi ajang pendidikan bagi para kader Partai Gelora. Sebanyak 278 kader dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur mengikuti acara ini. Menurut Ketua DPW Partai Gelora Jatim, M. Siroj, Jatim menjadi pilot project pola pengkaderan yang menjadi kegiatan nasional ini.
BACA JUGA:
- Konsolidasi dan Bukber, Partai Gelora Sidoarjo Targetkan 120 Ribu Suara di Pileg 2029
- Gelar Silarurahmi bersama Kader Gelora se-Jatim, Anis Matta Tekankan Niat Ibadah dalam Berpolitik
- DPD Partai Gelora Siap Fasilitasi Ponpes yang Belum Memiliki SLF
- Rusdi Sutejo Dapat Rekom dari Partai Gelora untuk Pilkada 2024 di Kabupaten Pasuruan
"Usai menyelesaikan proses pembentukan pengurus, tugas kami berikutnya adalah pendidikan kader. Pola kaderisasi di partai kami adalah melalui AMI," kata Siroj.
Siroj mengungkapkan bahwa AMI berbeda dengan pola pengaderan yang biasanya ada di partai lain. Sebab, kaderisasi ini untuk mengedepankan kualitas berpartai.
"Kami launching pengaderan partai gelora. Ini berbeda dengan yang sebelumnya. Dari namanya, sudah Indonesia banget dan sifatnya wajib untuk seluruh kader," ujar Anggota DPRD Jatim periode 2014-2019 itu.
Sementara itu, Sekretaris DPW Partai Gelora Jatim, Misbakhul Munir menjelaskan nantinya, setiap kader diwajibkan dalam tiga tahap kaderisasi di AMI. Tahap pertama adalah Organization Development (pengembangan organisasi).
"Untuk level pertama, AMI akan membentuk kader yang berorganisasi profesional. Mereka disiapkan untuk mengelola partai, menjadi pengurus, dan pemimpin partai," imbuh Misbach.
Selesai di Organization Development, para kader akan menghadapi pelatihan berikutnya yang berbasis pada Sosial Development. Para kader akan dilatih untuk merekayasa sosial atau social engineering.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




