Moch. Mahbuba, S.H., kuasa hukum orang tua korban saat memberi keterangan kepada wartawan.
Akibat bullying oleh teman-temannya itu, lanjut Mahbuba, D mengalami depresi disertai gejala psikomatis, sehingga menyebabkan perubahan perilaku yang sebelum periang menjadi pemurung. Juga keluhan fisik akibat tekanan psikis.
“Dia sempat dibawa ke rumah sakit dan juga sempat dibawa ke psikolog. Hasilnya, D mengalami depresi,” tandas Mahbuba.
Kepala SMPN 1 Marsudi Nugroho saat dikonfirmasi wartawan, menjelaskan bahwa saat itu guru hanya mengingatkan D agar tidak sering absen di ekstrakurikuler. “Kalau sering tidak masuk, nilainya ekstranya bisa nol. Jadi hanya mengingatkan saja,” jelas Marsudi.
Soal kejadian di pertemuan pengurus OSIS dan ketua kelas, Marsudi mengaku tidak menyebut nama D secara langsung, hanya menyebutkan kejadian pada Hari Jumat (24/1), jangan sampai diikuti atau terulang. “Saya tidak menyebut nama siswa, hanya kejadian pada hari Jumat,” terang Marsudi.
Menurut Marsudi, sebenarnya masalah tersebut sudah selesai dan sudah dilaporkan ke Diknas. Marsudi mengaku belum tahu soal adanya somasi.
“Sudah tidak ada masalah. Sudah selesai. Malah orang tuanya minta maaf ke sekolah dan tetap menyerahkan anaknya ke sekolah,” ujar Marsudi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Siswanto, saat dikonfirmasi usai Salat Jumat di Masjid Baiturrahman Semampir mengaku belum mengetahui kasus itu, dan mengaku belum mendapatkan laporan dari Kepala SMPN 1 Kota Kediri soal surat somasi itu. (uji/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




