TEKEN INTEGRITAS: Pelantikan PPK Pilbup Sidoarjo 2020, di Hotel Aston KNV, Sabtu (29/2). foto: MUSTAIN/ BANGSAONLINE
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo meminta anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pilbup Sidoarjo 2020 menjaga netralitas dan integritas sebagai penyelenggara Pemilu.
Anggota PPK bahkan diwanti-wanti agar lebih berhati-hati bermedia sosial (medsos). Di antaranya tidak memberikan tanda suka jempol (Nge-Like) dan berkomentar terhadap gambar parpol dan foto orang yang bakal maju Pilbup Sidoarjo.
BACA JUGA:
- KPU Sidoarjo Gelar Rapat Pleno Terbuka Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan 2 2025
- KPU Sidoarjo Terima Penghargaan Terbaik III Tingkat Nasional
- Pilkada Sidoarjo 2024: Subandi-Mimik Raih 58,04 Persen, Unggul di 17 Kecamatan
- Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya Mulai Sosialisasikan Tahapan Pilkada 2024 ke Warga Binaan
Itu disampaikan oleh Ketua KPU Sidoarjo, Mokhamad Iskak saat Pelantikan PPK Pilbup Sidoarjo 2020, di Hotel Aston KNV Sidoarjo, Sabtu (29/2) sore.
"Mulai hari ini, teman-teman (PPK) tidak boleh melakukan itu (nge-like gambar parpol dan foto paslon). Karena berarti teman-teman tampak tidak netral," tegas Iskak.
Kata Iskak, dia juga menerima informasi jika anggota PPK yang baru dilantik ini, masih ada yang ikut grup WhatsApp (WA) yang di dalamnya ada pihak yang bakal jadi tim sukses bakal Paslon. "Mulai hari ini, saya minta harus keluar (dari grup WA)," tandas alumni Umsida ini.
Iskak juga meminta anggota PPK, yang totalnya 90 orang, di 18 Kecamatan se-Sidoarjo itu, mulai menanggalkan masing-masing atributnya. Misalnya tidak memakai atribut ormas tertentu saat mengikuti acara resmi terkait penyelenggaraan Pemilu.
Iskak pun mengajak para anggota PPK menjaga integritas dan etika serta menjaga integritas-martabat. Sehingga Pilbup juga menghasilkan pemimpin yang berintegritas dan akhirnya mampu membangun Sidoarjo lebih baik.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




