Rabu, 15 Juli 2020 00:01

​Prediksi Pengamat: Pilwali Surabaya, Puti-Eri vs Machfud-Lia Bersaing Ketat

Kamis, 27 Februari 2020 18:46 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
​Prediksi Pengamat: Pilwali Surabaya, Puti-Eri vs Machfud-Lia Bersaing Ketat
Baihaki Siraj, Pengamat politik dari Akurat Survey Terukur Indonesia (ASTI) Jawa Timur. foto: istimewa.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pilwali Surabaya 2020 semakin menarik perhatian banyak pihak. Sebab, selalu muncul dinamika-dinamika baru mendekati pelaksanaan Pilwali 2020. Terbaru, reklame bergambar Puti Guntur Soekarno dengan tagline Mengabdi untuk Surabaya terpasang di Jalan Manyar Kertoarjo.

Keberadaan reklame itu seperti menjawab rumor tentang rekom pasangan Puti Guntur Soekarno - Eri Cahyadi atau Puti - Eri yang kabarnya sudah mendapat lampu hijau dari DPP PDI Perjuangan.

Pengamat politik dari Akurat Survei Terukur Indonesia (ASTI) Jawa Timur, Baihaki Siraj menilai bila sebelumnya santer kabar PDIP akan mengusung beberapa tokoh baik internal maupun eksternal, seperti Eri Cahyadi (Kepala Bappeko), Wisnu Sakti Buana (Wakil Wali Kota Surabaya), Armuji (Mantan Ketua DPRD Kota Surabaya), dan beberapa nama lainnya. Saat ini, PDIP diprediksi akan menurunkan Puti Guntur (Anggota DPR RI).

"Bila melihat dinamika yang ada, kelihatannya PDIP akan mengusung Puti di Pilwali Surabaya, dan bisa saja itu berpasangan dengan Pak Eri Cahyadi. Jadi duet Puti-Eri," jelas Baihaki, Kamis (27/2).

Manajer Operasional ASTI Jatim ini mengungkapkan bila duet Puti-Eri yang terjadi, maka PDIP akan solid di Pilwali Surabaya. Beberapa faksi yang kemarin bersaing dalam memperebutkan tiket maju di Pilwali akan bisa bersatu demi memenangkan Puti.

"Jadi Puti ini lebih bisa diterima oleh semua kelompok di PDIP. Bisa menyatukan faksi-faksi yang saat ini bersaing memperebutkan rekom partai," imbuh Baihaki.

Bila demikian, maka mesin partai akan bisa gerak cepat dan solid untuk memenangkannya. Selain itu, figur Puti sebagai tokoh perempuan juga akan lebih mudah menggaet suara perempuan di Surabaya.

"Diturunkannya Puti dalam Pilwali Surabaya tentu untuk menang, tidak mungkin Puti akan dibuat kalah dua kali seperti pada Pilgub Jatim kemarin. Ini juga pertaruhan trah Soekarno kalau benar Puti yang dicalonkan," tandasnya.

Maka, bila benar PDIP merekom Puti-Eri, tentu Machfud Arifin harus berpikir lebih cermat lagi untuk menentukan sosok wakilnya. Bila sebelumnya sempat santer Machfud akan menggandeng Azrul atau Mujiaman Sukirno, kini opsi itu perlu dipertimbangkan lagi.

"Kalau saya justru mengusulkan Machfud gandeng Ning Lia untuk menyaingi Puti-Eri," usul Baihaki.

Bila terwujud duet Mahfud-Ning Lia, maka pertarungan Pilwali Surabaya akan semakin sengit. Mahfud Arifin akan semakin mendapat sumbangan dukungan yang besar dari Ning Lia yang notabene keponakan Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.

"Ning Lia ini mampu mendongkrak suara Pak Machfud. Di kalangan perempuan juga akan mudah dapat dukungan. Selain itu juga di kalangan perempuan NU seperti Muslimat dan Fatayat, tentu Ning Lia lebih mudah diterima. Dan yang tak kalah penting lagi Ning Lia sosoknya juga masih muda. Jadi bisa menggaet suara milenial di Kota Surabaya," pungkas Baihaki. (mdr/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 13 Juli 2020 22:40 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...