Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat ngopi bareng dengan para awak media.
Hasilnya, potensi-potensi banjir dapat ditangani secara tepat sasaran. Salah satunya, mengoptimalkan fungsi rumah pompa yang tersebar sebanyak 17 unit. Sedangkan di tahun 2020, akan ada pemasangan CCTV untuk pemantauan debit air dan penindakan bagi warga yang membuang sampah sembarangan di sungai.
Selain program pengendalian banjir, program khusus kedua adalah menumbuhkan pusat-pusat perekonomian baru dan peningkatan ekonomi kreatif. Di mana, mulai tahun 2019, Ning Ita gencar melakukan pemberdayaan masyarakat melalui ibu-ibu PKK dan karang taruna wanita dalam meningkatkan taraf perekonomian keluarga.
Misalnya, memberikan pendampingan penuh kepada para IKM/UMKM agar produk-produk yang dihasilkan dari tangan-tangan pengrajin, mampu menembus pasar nasional dan internasional. "Hasil dari para pengrajin atau produsen ini nanti akan kami suguhkan di rumah rakyat dan outlet oleh-oleh milik Pemerintah Kota (Rest Area Gunung Gedangan)," imbuhnya.
Sedangkan program khusus terakhir dalam mendukung percepatan pembangunan Kota Mojokerto adalah, mengembangkan potensi wisata dan kepariwisataan. Di mana, Pemerintah Kota Mojokerto telah menyiapkan grand desain Wisata Bahari Majapahit, yang diharapkan menjadi jujukan baru bagi para wisatawan.
Pengembangan kepariwisataan ini nantinya akan berada di wilayah timur Kota Mojokerto atau bersebelahan dengan Jambatan Rejoto. Di atas lahan seluas delapan hektare, Ning Ita telah menyiapkan pembangunan Taman Budaya yang dilengkapi dengan Ampy Theater.
"Selain taman budaya, di dalam Wisata Bahari Majapahit sendiri, akan ada Monumen dan Taman Kaltaparu, Monumen Gajah Mada, Kapal Bahari, camping ground, wisata perahu lengkap dengan dermaganya dan selter-selter Majapahitan. Sedangkan untuk bantaran Kali Ngotok, kami bekerja sama dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) dalam pemanfaatannya. Seperti penanaman Pohon Tabebuya, Pohon Mojo, dan mengembangkan agrowisata kota yang modern. Sedangkan tahun ini, pengerjaan Monumen Tri Buana Tungga Dewi dan Pemandian Sekarsari, masih dalam progress," terang Ning Ita.
Melalui perwajahan baru Kota Mojokerto menjadi Kota Pariwisata, Ning Ita berharap nantinya mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat di Bumi Majapahit. Terlebih, berbagai program khusus dari Pemerintah Kota Mojokerto juga mendukung dalam percepatan pembangunan ekonomi kawasan di Jawa Timur, sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik - Bangkalan - Mojokerto - Surabaya - Sidoarjo - Lamongan, Kawasan Bromo - Tengger - Semeru, dan Kawasan Selingkar Wilis serta Lintas Selatan. (ris/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




