Kamis, 29 Juli 2021 03:50

Sidang Korupsi Sekda Gresik, Kepala Inspektorat, Kepala BKD, dan Kabag Hukum Akui Terima Uang

Senin, 10 Februari 2020 19:16 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Syuhud
Sidang Korupsi Sekda Gresik, Kepala Inspektorat, Kepala BKD, dan Kabag Hukum Akui Terima Uang
Asisten III Tursilowanto Harijogi, mantan Asisten I Indah Sofiana, Kepala BKD Nadlif, Kepala Inspektorat Eddy Hadi Siswoyo, dan Kabag Hukum Nurlaili saat jadi saksi dalam sidang kasus korupsi BPPKAD. foto: ist.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Hakim PN Tipikor Surabaya yang diketuai I Wayan Sosiawan melanjutkan sidang perkara korupsi di Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik dengan terdakwa Sekda Andhy Hendro Wijaya, Senin (11/2).

Sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gresik Alifin N Nanda dan AA Ngurah menghadirkan lima saksi pejabat Pemkab Gresik dari eselon II dan III, serta menatan pejabat, untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Kelima saksi itu adalah Kepala Inspektorat Eddy Hadisiswoyo, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Nadlif, Kabag Hukum Nurlaili, Asisten III Sekda Tursilowanto Harijogi, dan Mantan Asisten I Indah Sofiana.

Di hadapan Majelis Hakim, mereka mengakui juga menerima uang dari BPPKAD dan terdakwa. Hanya, mereka mengaku tak tahu kalau uang yang diterima dari staf dan terdakwa Andhy Hendro Wijaya adalah uang hasil potongan insentif pajak pegawai BPPKAD per triwulan.

BACA JUGA : 

Pengisian Sekda Gresik Tunggu Izin Mendagri, Bagaimana dengan Andhy Hendro? Ini Penjelasan Pj Sekda

Anggaran KONI Gresik Termin 1 Rp 1,9 M Akhirnya Cair

KONI Gresik Merana! Dapat APBD Rp 5 M, Sepeser pun Belum Dicairkan oleh BPPKAD

Isi Kekosongan Jabatan, Nuri Mardiana Ditunjuk jadi Plt Kepala BPPKAD Gresik

"Saya hanya sekali menerima uang dari terdakwa. Uang sudah diamplop, isinya Rp 1.500.000. Waktu itu terdakwa bicara kalau uang itu halal, makanya saya terima," kata Tursilo dalam kesaksiannya.

Senada juga diungkapkan oleh saksi Indah Sofiana. Ia juga mengaku sekali menerima dari terdakwa dengan nominal Rp 1.500.000

Demikian juga M. Nadlif, mengaku pernah menerima uang dari terdakwa sebesar 5 juta. "Uang tersebut diserahkan terdakwa di Malang saat saya menjadi narasumber. Kata terdakwa, uang itu untuk transportasi narasumber," ungkap Nadlif.

Sementara saksi Eddy Hadisiswoyo juga mengaku pernah menerima uang sebanyak 6 kali dengan besaran masing-masing Rp 2 juta dari BPPKAD. Uang itu diterima Eddy dari staf BPPKAD saat dirinya masih menjabat Kabag Hukum. Ia mengaku tidak tahu kalau uang tersebut hasil dari potongan jasa insentif pegawai BPPKAD.

Menurut Eddy, pemberian insentif kepada pegawai BPPKAD itu ada dasar hukumnya, yakni PP 69 tahun 2010. "Insentif yang diterima oleh pegawai BPPKAD ketika target pajak dan restribusi terpenuhi diatur dalam keputusan Bupati Gresik," jelas Eddy.

Sedangkan saksi Nurlaili juga mengakui pernah menerima uang sebesar 1.500.000 saat kepala BPPKAD dijabat terdakwa. Kala itu dirinya menjabat Kasubag Hukum.

Terdakwa Andhy Hendro Wijaya membenarkan telah memberi uang kedua saksi Asisten I dan mantan Asisten I. "Saya yang menyerahkan sendiri dan uang itu bukan dari potongan pegawai BPPKAD, akan tetapi dari saya pribadi yang juga mendapatkan insentif, akan tetapi tidak dilakukan pemotongan," ungkapnya.

Usai mendengarkan keterangan para saksi, Majelis Hakim menyatakan sidang dilanjutkan Jum’at (15/2), dengan agenda pemeriksaan ahli dari JPU. (hud/rev)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...