Sabtu, 15 Agustus 2020 15:04

Sidang Korupsi Sekda Gresik, Kepala Inspektorat, Kepala BKD, dan Kabag Hukum Akui Terima Uang

Senin, 10 Februari 2020 19:16 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Syuhud
Sidang Korupsi Sekda Gresik, Kepala Inspektorat, Kepala BKD, dan Kabag Hukum Akui Terima Uang
Asisten III Tursilowanto Harijogi, mantan Asisten I Indah Sofiana, Kepala BKD Nadlif, Kepala Inspektorat Eddy Hadi Siswoyo, dan Kabag Hukum Nurlaili saat jadi saksi dalam sidang kasus korupsi BPPKAD. foto: ist.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Hakim PN Tipikor Surabaya yang diketuai I Wayan Sosiawan melanjutkan sidang perkara korupsi di Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik dengan terdakwa Sekda Andhy Hendro Wijaya, Senin (11/2).

Sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gresik Alifin N Nanda dan AA Ngurah menghadirkan lima saksi pejabat Pemkab Gresik dari eselon II dan III, serta menatan pejabat, untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Kelima saksi itu adalah Kepala Inspektorat Eddy Hadisiswoyo, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Nadlif, Kabag Hukum Nurlaili, Asisten III Sekda Tursilowanto Harijogi, dan Mantan Asisten I Indah Sofiana.

Di hadapan Majelis Hakim, mereka mengakui juga menerima uang dari BPPKAD dan terdakwa. Hanya, mereka mengaku tak tahu kalau uang yang diterima dari staf dan terdakwa Andhy Hendro Wijaya adalah uang hasil potongan insentif pajak pegawai BPPKAD per triwulan.

"Saya hanya sekali menerima uang dari terdakwa. Uang sudah diamplop, isinya Rp 1.500.000. Waktu itu terdakwa bicara kalau uang itu halal, makanya saya terima," kata Tursilo dalam kesaksiannya.

Senada juga diungkapkan oleh saksi Indah Sofiana. Ia juga mengaku sekali menerima dari terdakwa dengan nominal Rp 1.500.000

Demikian juga M. Nadlif, mengaku pernah menerima uang dari terdakwa sebesar 5 juta. "Uang tersebut diserahkan terdakwa di Malang saat saya menjadi narasumber. Kata terdakwa, uang itu untuk transportasi narasumber," ungkap Nadlif.

Sementara saksi Eddy Hadisiswoyo juga mengaku pernah menerima uang sebanyak 6 kali dengan besaran masing-masing Rp 2 juta dari BPPKAD. Uang itu diterima Eddy dari staf BPPKAD saat dirinya masih menjabat Kabag Hukum. Ia mengaku tidak tahu kalau uang tersebut hasil dari potongan jasa insentif pegawai BPPKAD.

Menurut Eddy, pemberian insentif kepada pegawai BPPKAD itu ada dasar hukumnya, yakni PP 69 tahun 2010. "Insentif yang diterima oleh pegawai BPPKAD ketika target pajak dan restribusi terpenuhi diatur dalam keputusan Bupati Gresik," jelas Eddy.

Sedangkan saksi Nurlaili juga mengakui pernah menerima uang sebesar 1.500.000 saat kepala BPPKAD dijabat terdakwa. Kala itu dirinya menjabat Kasubag Hukum.

Terdakwa Andhy Hendro Wijaya membenarkan telah memberi uang kedua saksi Asisten I dan mantan Asisten I. "Saya yang menyerahkan sendiri dan uang itu bukan dari potongan pegawai BPPKAD, akan tetapi dari saya pribadi yang juga mendapatkan insentif, akan tetapi tidak dilakukan pemotongan," ungkapnya.

Usai mendengarkan keterangan para saksi, Majelis Hakim menyatakan sidang dilanjutkan Jum’at (15/2), dengan agenda pemeriksaan ahli dari JPU. (hud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Kamis, 13 Agustus 2020 16:50 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo---Ketika HARIAN BANGSA mengontak untuk membahas pilkada 9 Desember 2020, saya sedang bersungguh-sungguh untuk menyuguhkan argumentasi mengenai krisis pangan yang akan mengancam, apabila negeri ini tidak mampu membang...
Kamis, 13 Agustus 2020 09:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 15 Agustus 2020 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...