Rabu, 04 Agustus 2021 06:02

PJR Razia Odol di Jembatan Timbang Tol Sidoarjo

Jumat, 07 Februari 2020 17:59 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy
PJR Razia Odol di Jembatan Timbang Tol Sidoarjo
Puluhan kendaraan barang ditimbang muatannya.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Patroli Jalan Raya (PJR) Jatim II menggelar operasi Over Dimensi dan Overload (Odol) di Jembatan Timbang Tol Sidoarjo Porong KM. 756.800. Puluhan kendaraan barang yang melebihi muatan atau melebihi dimensi terpaksa ditindak, Jumat (7/2).

Mulai sekitar pukul 07.30 WIB, kendaraan barang yang melintas dari arah Porong ke Sidoarjo langsung dibelokkan ke jembatan timbang yang baru dibangun itu. Petugas gabungan dari PJR Jatim II, Jasa Marga, dan petugas Dishub langsung memeriksa intensif kendaraan.

Mulai dari berat muatan, tinggi muatan, hingga kelengkapan administrasi. Nampak Kasat PJR Polda Jatim Kompol Dwi Sumrahadi Rakhmanto, Kanit PJR Jatim II AKP Amar Hadi, dan Panit PJR Jatim II Iptu Nanang Hendra Irawan di lokasi memimpin kegiatan.

"Operasi Odol ini yang pertama di Jembatan Timbang ini," terang Kompol Dwi Sumrahadi.

BACA JUGA : 

Sisir Perkampungan, Petugas Gabungan di Sidoarjo Amankan 18 Pelanggar PPKM Darurat

Operasi Yustisi, Polresta Sidoarjo Langsung Sidang Pelanggar di Tempat, Dendanya Rp 150 Ribu

Sukseskan PPKM Darurat, Forkopimda Sidoarjo Terus Jalin Sinergisitas

Patroli ​PPKM Darurat Hari Kedua, Mayoritas Warga Sidoarjo Mulai Patuh

Perwira dengan melati satu di pundaknya itu menceritakan, patroli Odol memang rutin dilakukan petugas PJR. Tujuan utamanya adalah untuk keselamatan pengendara di jalan raya maupun pengguna jalan lain.

Persoalan muatan misalnya, menjadi perhatian petugas karena memang bisa berakibat fatal jika dibiarkan. Kendaraan yang melaju di tol, dituntut melaju dengan kecepatan antara 60 - 100 KM per jam.

"Kalau overload bakal mengurangi kemampuan kendaraan melaju dengan kecepatan itu (60 - 100, Red). Bisa membahayakan pengendara di belakangnya, ini salah satu penyebab laka tabrak depan belakang," imbuh Dwi.

Belum lagi, lanjut Dwi, faktor keamanan dari onderdil kendaraan sendiri. "Overload bisa membuat roda meletus atau As patah. Ini yang membahayakan," pungkasnya. (cat/rev)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Senin, 02 Agustus 2021 11:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...