Qassim al-Rimi, diklaim AS telah terbunuh dalam operasi militer, Kamis. foto: the guardian
BANGSAONLINE.com - Qassim al-Rimi, komandan Al Qaida untuk wilayah semenanjung Arab, diklaim telah dibunuh dalam operasi militer AS di Yaman.
Qassim al-Rimi mengaku bertanggung jawab atas penembakan di Stasiun Udara Naval Pensacola, Florida, tempat pelatihan peserta penerbangan Saudi. Dalam serangan itu, tiga pelaut Amerika tewas.
BACA JUGA:
- Komentar Sejumlah Pemimpin Dunia Usai AS Bombardir Tiga Titik Pusat Nuklir Iran
- Destinasi Wisata Terpopuler di Jepang: Panduan Lengkap untuk Liburan Anda
- Perjanjian Internasional Akhiri Pencemaran Plastik Gagal, Negosiasi Akan Dilanjut Tahun Depan
- Kesemek Glowing asal Kota Batu, Mulai Diminati Masyarakat Indonesia Hingga Mancanegara
Donald Trump mengonfirmasi, operasi militer di Yaman menewaskan Qassim al-Rimi, seorang pemimpin al-Qaeda yang mengaku bertanggung jawab atas penembakan mematikan tahun lalu. Departemen Pertahanan maupun CIA tidak mengeluarkan konfirmasi resmi.
Al-Rimi adalah pendiri al-Qaida di Semenanjung Arab (AQAP). Afiliasi telah lama dianggap sebagai cabang jaringan global yang paling berbahaya untuk upayanya melakukan serangan di daratan AS.
Al-Rimi mengatakan dalam video berdurasi 18 menit bahwa kelompoknya bertanggung jawab atas penembakan 6 Desember di pangkalan itu. Dia menyebut penembak, perwira angkatan udara Saudi Mohammed Alshamrani, seorang "ksatria pemberani" dan "pahlawan".
Penembak melepaskan tembakan di dalam ruang kelas di pangkalan, menewaskan tiga orang dan melukai dua wakil sheriff sebelum salah satu wakil membunuhnya. Delapan lainnya juga terluka.
Pada bulan Januari, AS mengirim pulang 21 siswa militer Saudi.
Al-Rimi dianggap sebagai penerus Ayman al-Zawahiri, pemimpin Mesir dari operasi strategis al-Qaida yang diyakini berada di Pakistan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




