Fandi Akhmad Yani, Ketua DPRD Gresik.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Ketua DPRD Gresik, Fandi Akhmad Yani angkat bicara soal bangunan tugu di sejumlah titik kota dari dana corporate social responsibility (CSR) yang belakangan banyak mendapatkan kritik dari warga.
Gus Yani, begitu ia akrab disapa, meminta agar Bupati Sambari Halim Radianto koordinasi terlebih dulu dengan DPRD, dan pihak-pihak berkompenten di bidangnya, sebelum membangun tugu atau sejenisnya dari CSR.
BACA JUGA:
- Golkar Tunjuk Wongso Negoro Jadi Wakil Ketua DPRD Gresik PAW, Targetkan 11 Kursi pada 2029
- Bupati Gresik Paparkan Silpa Rp452 Miliar di APBD 2025
- Bupati Gresik dan Dewan Komitmen Tuntaskan Perbaikan Jalan Poros Desa
- Usai Viral Ketua DPRD Gresik Ajak Pendemo Berkelahi, Kini Muncul Tagar PrayForSyahrul di Medsos
"Selama ini kami tak diajak berunding bupati sebelum membangun tugu-tugu dari dana CSR yang banyak mendapatkan kritik dari masyarakat. Apakah para pihak terkait seperti sejarawan, tokoh, ulama, dan kiai juga tak diajak koordinasi. Sehingga, timbul gelombang protes dan kritik. Ini yang sedang kami cari tahu," ujar Gus Yani, Minggu (2/2).
Gus Yani mengungkapkan, sampai saat ini Pemkab Gresik telah membangun sejumlah tugu yang menghabiskan dana puluhan miliar dari CSR sejumlah perusahaan. Di antaranya, tugu Keris Sumelang Gandring di perempatan Sentolang Kecamatan Kebomas dari CSR PT. Wilmar Nabati Indonesia yang menghabiskan anggaran kurang lebih kisaran Rp 5 miliar.
Kemudian Tugu Lontar di perempatan Jalan Sunan Giri Kecamatan Kebomas dari CSR PT. Smelting yang juga menyedot anggaran kurang lebih kisaran Rp 5 miliar.
Lalu, tugu Gajah Mungkur di perlimaan Sukorame Kecamatan Gresik dari CSR Petrokimia Gresik. Serta Tugu Gardu Suling di perempatan Jalan Pahlawan dari CSR PT. PJB yang juga menghabiskan anggaran miliaran rupiah.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




