Jalan kaki melewati medan yang terjal, Gubernur Khofifah turun langsung meninjau titik-titik yang terdampak bencana banjir bandang.

Saat di lapangan, jalan yang terputus memang tidak bisa dilalui. Untuk bisa menuju ke lokasi pengungsian, gubernur dan juga rombongan harus berjalan kaki dan juga disambung dengan menggunakan kendaraan khusus. Hal itu dilakukan agar bisa berdialog dan juga menyapa para pengungsi yang ada di lokasi pengungsian.
Di lokasi tersebut Khofifah berkesempatan untuk berdialog langsung dengan warga yang mengungsi. Mereka bahkan satu per satu mengutarakan kondisi rumah mereka yang rusak dan juga terendam lumpur.

Pada para warga yang mengungsi, Khofifah turut menyerahkan bantuan berupa makanan, pakaian, selimut dan juga perlengkapan lain yang dibutuhkan sekaligus mengajak bersholawat.
Di sisi lain Khofifah meminta agar anak-anak yang besok harus sekolah tetap bisa sekolah. Untuk itu ia berterima kasih pada Bupati Jember yang berkenan menyediakan transportasi antar jemput bagi anak-anak yang harus sekolah.
Lakukan Reboisasi dan Semai Biji Lewat Udara
Gubernur Khofifah menjelaskan, penyebab adanya banjir bandang ini utamanya adalah adanya kebakaran hutan di musim kemarau lalu yang menyebabkan hutan di Argopuro mengalami gundul.
Sehingga saat hujan turun dengan intensitas tinggi, ekosistem yang ada tak mampu menjadi penahan air sehingga terjadi banjir bandang.
"Cuaca ekstrem harus menjadi hal yang diwaspadai kita semua. Argopuro, Raung, juga di Bondowoso masuk di antara 7 gunung di Jatim yang saat musim kemarau kemarin mengalami karhutla (kebakaran hutan dan lahan) cukup luas," ulas Khofifah.
Oleh sebab itu pihaknya sudah mengajak Perhutani maupun PTPN untuk sama-sama memaksimalkan reboisasi yang masif. Sehingga bisa mengembalikan lingkungan yang gundul kembali menjadi hijau.
"Selain itu, kami dari Pemprov dengan instansi vertikal juga tengah menyiapkan gerakan tabur biji dari udara. Gerakan ini sudah disiapkan Dinas Kehutanan. Karena tidak hanya tabur biji tapi biji itu sementara harus disemai, nah ini sedang dilakukan persiapannya karena kita harus menghitung lahan yang harus kita tanam biji. Semoga ini menjadi bagian perluasan reboisasi yang bisa kita maksimalkan," pungkas Khofifah. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




