Minggu, 09 Agustus 2020 04:09

Wisata Gunung Kelud Kian Memesona

Rabu, 29 Januari 2020 22:31 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Wisata Gunung Kelud Kian Memesona
Para wisatawan saat menikmati keindahan alam di Gunung Kelud. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Mendengar kata Gunung Kelud, orang pasti membayangkan kedahsyatan letusannya. Sekali meletus, abu Gunung Kelud bisa menghentikan operasional beberapa bandara. Bahkan, bandara di Yogya pun harus berhenti beroperasi ketika Gunung Kelud meletus karena abu Kelud bisa berkelana sampai ke Yogya.

Tapi banyak orang yang belum mengetahui di balik kedahsyatannya ketika meletus, Gunung Kelud ternyata memiliki berbagai destinasi wisata yang layak dikunjungi. Apalagi kawasan pegunungan biasanya memang menawarkan keindahan alam dan kesejukan udara yang sangat menenangkan dan membuat hati nyaman.

Setelah meletus tahun 2014 lalu, Gunung Kelud yang menjadi salah satu obyek wisata andalan Kabupaten Kediri ini malah semakin banyak dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Keindahan panorama pegunungan yang ditawarkan menjadi daya tarik utama wisatawan untuk berkunjung ke wisata Gunung Kelud.

(Pintu gerbang masuk ke kawasan wisata Gunung Kelud. Pintu gerbang ini biasa disebut sebagai Pos 1)

Memasuki pintu gerbang, para wisatawan langsung disuguhi pemandangan alam yang mempesona. Di kanan-kiri jalan beraspal yang mulus menuju kawah, para wisatawan juga bisa menikmati jalan misteri di mana mobil bisa berjalan sendiri di jalan naik, padahal mesin dimatikan.

Fenomena ini menjadi salah satu penarik wisatawan untuk berkunjung ke Gunung Kelud.

Selain itu, kini di sisi kanan dan kiri jalan oleh Pemkab Kediri juga sudah dibangun tempat-tempat bermain dan wisata edukasi. Seperti Agrowisata Margomulyo dan Kampung Durian. Konsep agrowisata diusung pemerintah Kabupaten Kediri untuk menarik wisatawan yang berkunjung ke sini.

Taman ini dikenal dengan nama Taman Agro Kediri. Jenis tanaman yang ada di agrowisata ini sendiri cukup beragam. Yang paling menarik adalah adanya tanaman bunga-bunga seperti krisan, mawar, matahari, kana, hujan mas, refugia, dan sebagainya.

Wisata gunung kelud selanjutnya adalah kampung durian. Area wisata Kampung Durian luasnya hanya sekitar 1 hektare saja. Namun di dalamnya ada banyak fasilitas yang cukup lengkap. Dengan adanya 30 pohon durian, di sini pengunjung bisa menikmati durian dengan puas.

Saat ini, juga sudah dibangun hutan tanaman obat. Di mana di hutan ini ditanam berbagai tanaman obat dan sekaligus juga menjual jamu kering yang sudah dikemas dalam plastik.

Destinasi selanjutnya adalah Flying Fox dan kawah di Puncak Gunung Kelud.

Puncak Gunung Kelud terdapat kawah dan tentunya kawah ini menjadi salah satu titik puncak wisata yang paling menarik bagi wisatawan. Setelah letusan pada tahun 2007, kawah ini sempat hilang, tapi setelah letusan tahun 2014, danau kawah sudah terlihat lagi dan suasananya mirip dengan Danau Kelimutu.

Kawah Gunung Kelud dikelilingi oleh tiga puncak utama yaitu puncak kelud, puncak sumbing, dan puncak gajah mungkur.

Pemerintah Kabupaten Kediri saat ini terus mengembangkan dan menambah destinasi wisata Gunung Kelud, agar para wisatawan baik domestik maupun mancanegara semakin banyak pilihan ketika berwisata ke Gunung Kelud. (uji/adv/kominfo).

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 06 Agustus 2020 20:34 WIB
Oleh: Prof Dr Rochmat WahabPada hakekatnya manusia bermula dari lahir, tumbuh dan berkembang mencapai puncak, menurun dan berakhir dengan wafat. Inilah sunnatullah, normalnya manusia, walau pada prakteknya ada juga yang dipanggil Allah SWT, s...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...