Minggu, 05 Juli 2020 06:40

Kejari Malang Tetapkan Mantan Kadinkes Jadi Tersangka

Selasa, 14 Januari 2020 17:17 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Tuhu Priyono
Kejari Malang Tetapkan Mantan Kadinkes Jadi Tersangka
dr. Abdurrahman, Mantan Kadinkes Kabupaten Malang yang kini menjabat Direktur RSUD Kanjuruhan.

MALANG, BANGSAONLINE.com - Polemik tentang kasus yang menjerat Yohan Charles sebagai Kabag Keuangan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang di bawah kepemimpinan dr. Abdurrahman, kini terjawab sudah.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen akhirnya menetapkan dr. Abdurrahman, mantan Kepala Dinkes Kabupaten Malang yang saat ini menjabat Direktur RSUD Kanjuruhan sebagai tersangka terkait dugaan korupsi dana kapitasi.

“Abdurrahman ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus tindak pidana korupsi penggunaan alokasi dana kapitasi Puskesmas. Yang mana uang operasional dan pelayanan tersebut sebagian digunakan untuk kepentingan pribadi, ketika yang bersangkutan menjabat Kadinkes,” terang Kajari Kepanjen Abdul Qohar kepada wartawan, Selasa (14/1).

Dijelaskan, dalam penyelidikan bahwa tersangka Abdurrahman memerintahkan tersangka Yohan untuk memotong dana kapitasi sebesar 7 persen dari total alokasi anggaran senilai Rp 8,5 miliar.

“Kasus ini telah kita lakukan penyelidikan sejak Januari 2019. Dalam penyelidikan terungkap bahwa tersangka Abdurrahman terbukti memerintah Yohan untuk memotong dana kapitasi tersebut,” terangnya.

Berdasarkan bukti yang ada, lanjut Kajari, seluruh uangnya itu diterima Yohan Charles dari 39 bendahara puskesmas yang ada di Kabupaten Malang.

Qohar menjelaskan, penyidikan kasus ini memakan waktu lama, karena kejaksaan harus menggali keterangan dari sejumlah saksi, baik itu berasal dari puskesmas penerima dana kapitasi hingga sejumlah ASN di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.

“Semua kepala dan 39 bendahara puskesmas, pejabat struktural Dinas Kesehatan, Kasubbag Keuangan Dinas Kesehatan, dan Kepala Dinas Kesehatan. Baik yang saat ini menjabat atau pejabat saat itu, serta BPJS cabang Malang kami mintai keterangan semua, termasuk saksi ahli,” tandasnya.

“Namun, kami tidak menahan tersangka, karena yang bersangkutan ini cukup kooperatif, tiga kali kami panggil selalu datang,” sambung kajari.

Akibat perbuatannya, tersangka kami terapkan pasal 2 jounto pasal 3 jounto pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. (thu/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...