Minggu, 29 Maret 2020 18:55

​Emil Harap Mahasiswa Ilmu Komunikasi Jadi Pioner Generasi Muda Melek Politik

Senin, 13 Januari 2020 19:37 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
​Emil Harap Mahasiswa Ilmu Komunikasi Jadi Pioner Generasi Muda Melek Politik
Wagub Emil membuka Musyawarah Nasional X Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (IMIKI) Tahun 2020 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Jl. Ketintang, Gayungan, Surabaya. foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengharapkan kepada mahasiswa Ilmu Komunikasi mampu menjadi pioner bagi generasi muda agar melek politik di Indonesia. Hal ini seiring dengan berkembangnya Ilmu Komunikasi yang dinamis yang menyesuaikan perubahan zaman.

Sehingga, melalui para lulusan Ilmu Komunikasi dapat memberi kontribusi pada pemerintah melalui ilmu yang mereka peroleh di bangku kuliah.

“Kita berharap mahasiswa komunikasi akan menjadi perintis dari generasi muda yang melek politik dan peduli politik dalam konteks yang positif,” kata Wagub Emil usai membuka Musyawarah Nasional X Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (IMIKI) Tahun 2020 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Jl. Ketintang, Gayungan, Surabaya, Senin (13/1).

Wakil gubernur yang pernah menjabat sebagai bupati Trenggalek ini menjelaskan, peran mahasiswa di bidang politik tidak sekedar mengkritik kebijakan pemerintah yang dianggap tidak sesuai. Tetapi juga dengan memberikan dukungan terhadap program-program atau kebijakan pemerintah yang baik dan memberi manfaat terhadap masyarakat luas.

“Pada saat resistansi yang sebenarnya ini tidak mencerminkan keinginan dari lebih banyak masyarakat, dan itu kemudian muncul tanpa ada pengimbangan dari kehendak masyarakat, maka program-program bagus ini bisa saja gagal dilaksanakan,” kata Emil Dardak.

Selain itu, dirinya menambahkan bahwa ilmu komunikasi sangat penting, karena baik buruknya komunikasi dapat mempengaruhi sebuah masalah, dan bahkan apakah sebuah masalah dapat terselesaikan ataukah menjadi berlarut-larut. Oleh karena itu, dirinya mengimbau agar penggunaan komunikasi saat ini harus dilakukan dengan bijak dan bertanggung jawab.

“Bagaimana kemudian komunikasi di era hari ini dipahami dan digunakan dengan penuh tanggungjawab, bagaimana kita menggunakan itu dengan bijak, dan itu menjadi penting,” imbaunya.

Sementara itu, sebut Emil Dardak, di era digital saat ini, pemerintah telah berperan sebagai regulator. Namun, hal tersebut tidak akan membatasi ruang kreativitas generasi muda. Justru pemerintah menanti ide-ide kreatif dari generasi muda yang diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.

“Inilah yang memerlukan kreativitas dari teman-teman mahasiswa komunikasi, apalagi kan ini bidang ilmu yang katanya semakin muda justru mereka semakin fresh idenya,” ujarnya.

Wagub yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas New South Wales Australia ini mengharapkan agar mahasiswa Ilmu Komunikasi mampu menjadikan bangsa ini sebagai pemenang di era industri 4.0 dan bersiap menyambut datangnya era commcreation 5.0.

“Kita berharap bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi akan bisa menjadikan kita sebagai pemenang di era industri 4.0, bukan sebagai user, follower, atau pengguna tetapi kita bisa menjadi creator content,” pungkasnya. (mdr/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...