Selasa, 07 April 2020 03:35

Anggap Ada Pengondisian, Warga 3 Desa Tolak Berembuk dengan Kesbangpol Soal Batu Bara GJT

Senin, 23 Desember 2019 15:47 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Syuhud
Anggap Ada Pengondisian, Warga 3 Desa Tolak Berembuk dengan Kesbangpol Soal Batu Bara GJT
Lurah Lumpur (kanan) saat berusaha menenangkan warga. foto: ist

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Ratusan warga Lumpur, Kroman, dan Kemuteran Kecamatan Gresik menolak melakukan perundingan dengan pihak Pemkab Gresik diwakili oleh Kesbangpol, Lurah dan Kepala Desa (Kades) setempat soal bongkar muat batu bara di PT. Gresik Jasa Tama (GJT). Perundingan ini sedianya digelar di balai desa Lumpur, Senin (23/12).

Menurut Titik Parwati Hesti, salah satu warga Kemuteran, penolakan itu karena undangan pertemuan bersifat dadakan. "Jadi, hari ini (Senin, Red) saya dikejutkan oleh undangan yang mengatasnamakan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Pemkab Gresik. Undangan untuk acara pertemuan jam 09.00 WIB, sedangkan undangan itu sendiri kami terima 2 menit sebelum jam undangan," ujarnya kepada BANGSAONLINE.com, Senin (23/12).

"Saat kami tiba di Kelurahan Lumpur, ternyata di dalam sudah ada pak Nanang Baharudin, yang kami ketahui bersama telah mengadakan forum abal-abal. Kemudian menandatangani persetujuan sepihak dengan PT Gresik Jasatama tanpa mengajak warga berembuk dan musyawarah," ungkapnya.

Karena mencium gelagat mencurigakan atas rapat abal-abal yang dinilai untuk mengelabui warga, massa dari tiga Desa/Kelurahan terdampak debu batu bara akhirnya kembali menggelar aksi demo di Kantor Kelurahan Lumpur. "Intinya, kami menolak pertemuan karena dinilai bisa menimbulkan konflik antarwarga," terangnya.

"Warga masih memegang perkataan Ketua DPRD Fandi Akhmad Yani yang menyatakan bahwa, setiap undangan yang menyangkut warga terdampak dan bukan mengatasnamakan kordinator agar dilakukan pertemuan di DPRD. Jadi, kami menolak pertemuan di Balai Desa Lumpur yang minta agar ditunjuk perwakilan dalam pertemuan di DPRD," terangnya.

Menurut Hesti, hingga sekarang warga tetap komitmen kalau penyelesaian masalah batu bara akan tetap melewati satu pintu, yaitu DPRD. "Sehingga, setiap undangan yang menyangkut penyelesaian batubara melalui koordinasi DPRD," ungkapnya.

"Ratusan warga di tiga desa yaitu Kemuteran, Kroman, dan Lumpur sepakat menolak pertemuan dadakan tersebut dan membubarkan diri sebelum acara sempat dimulai dengan alasan tidak ada transparansi dan cacat komunikasi," katanya.

"Warga tetap mengambil sikap tegas menolak apapun bentuk tawaran dari PT. GJT dan menunggu proses dari DPRD Gresik selanjutnya," pungkasnya. (hud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...