Rabu, 19 Februari 2020 23:55

Bayi Penderita Lymphangioma di Pamekasan Membutuhkan Uluran para Dermawan

Minggu, 22 Desember 2019 23:03 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yeyen
Bayi Penderita Lymphangioma di Pamekasan Membutuhkan Uluran para Dermawan
Rani Penderita penyakit Lymphangioma atau pembesaran kaki yang diderita sejak lahir membutuhkan uluran tangan para dermawan.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Nur Anisa Maharani, bayi perempuan penderita Lymphangioma atau pembesaran kaki yang diderita sejak lahir membutuhkan uluran tangan para dermawan.

Saat ini, buah hati dari pasangan Khoiratun Nisa (22) dan Abd Rauf (22) warga Jalan Bazar Gg 5 Kelurahan Jungcangcang, Kabupaten Pamekasan itu hanya bisa menangis di pangkuan ibunya karena menahan sakit yang dideritanya.

Menurut Ibu Maharani, Khoiratun Nisa, kaki sebelah kiri anaknya semakin hari terus mengalami pembengkakan. Ia mengaku tak dapat berbuat banyak, lantaran keterbatasan biaya. Ayah Rani hanya seorang juru parkir yang penghasilannya tidak seberapa.

Kedua orang tua bayi yang biasa disapa Rani itu hanya mampu berharap si buah hatinya lekas sembuh dari penyakitnya.

Sejak lahir, Rani hampir setiap hari menangis menjerit kesakitan. Bahkan saat menangis, Rani layaknya orang kesurupan.

"Jika kesakitan dia hanya nisa menangis meronta-ronta seperti orang kesurupan, kakinya memerah, saya tidak tega," ucap Khoiratun Nisa sembari menangis tersedu-sedu, Minggu (22/12/19).

Khoiratun Nisa mengungkapkan bahwa hingga detik ini anaknya belum juga mendapatkan perawatan medis secara maksimal. Sedangkan nasib anaknya semakin memprihatinkan. 

Rani sendiri dilahirkan pada bulan Mei 2019 lalu di RSUD Mohammad Noer Pamekasan. Saat itu pula, pihak rumah sakit memberikan surat rujukan ke rumah sakit dr. Soetomo Surabaya. Bahkan, pihak rumah sakit pun menyarankan untuk kambali pada saat Rani berusia 6 bulan. Namun sayang, pihak rumah sakit hanya memberikan obat penahan sakit.

"Kami sudah mengetahui penyakit Rani sejak ia lahir, sudah ke Surabaya, namun 2 bulan di sana anak kami tidak mendapatkan tindakan medis dari pihak rumah sakit di Surabaya," ungkapnya.

Saat ini, Khoiratun Nisa hanya bisa menunggu janji pihak rumah sakit yang bakal melakukan operasi terhadap anaknya sekitar tiga bulan lagi. Serta, berharap uluran tangan relawan untuk membantu biaya pengobatan anaknya. (yen/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 29 Januari 2020 22:31 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Mendengar kata Gunung Kelud, orang pasti membayangkan kedahsyatan letusannya. Sekali meletus, abu Gunung Kelud bisa menghentikan operasional beberapa bandara. Bahkan, bandara di Yogya pun harus berhenti beroperasi ketika Gu...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Rabu, 19 Februari 2020 12:00 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALTentang meru...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...