Kamis, 13 Agustus 2020 21:53

Malu Dibilang Miskin, Puluhan Warga Mampu di Ujungpangkah Mundur dari PKH

Jumat, 06 Desember 2019 14:04 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Syuhud
Malu Dibilang Miskin, Puluhan Warga Mampu di Ujungpangkah Mundur dari PKH
Perangkat desa menempel stiker di dinding rumah warga yang terdaftar PKH. foto: ist.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Puluhan warga yang ekonominya terbilang mampu di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, tiba-tiba mengundurkan diri dari daftar penerima program keluarga harapan (PKH) maupun bantuan pangan nontunai (BPNT).

Hal ini pasca pemerintah desa (Pemdes) setempat berinisiatif menempelkan stiker bertuliskan "Keluarga Miskin" di dinding warga penerima bantuan. Hingga Jumat (6/12), totalnya ada 20 penerima bantuan PKH dan BPNT yang mengundurkan diri.

Kepala Desa Sekapuk Abdul Halim mengungkapkan, ide penempelan stiker di rumah warga tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala Desa Sekapuk, tentang penempelan stiker atau label bagi warga miskin penerima bantuan.

Meski baru hari pertama diberlakukan, cara tersebut ampuh untuk mengusir orang kaya yang menerima bantuan pemerintah. Ada puluhan keluarga yang langsung mengundurkan diri dari penerima bantuan.

"Bisa jadi mereka malu ketika ditempeli stiker itu. Meskipun rumahnya bagus kalau tak mau mundur ya tetap ditempeli stiker ini," ujar Halim.

Halim membeberkan, dari data Pemdes Sekapuk ada 205 KK penerima PKH, 18 KK di antaranya mengundurkan diri. Sedangkan 2 penerima BPNT juga mundur, karena menolak rumahnya ditempeli stiker.

"Hari pertama dapat 25 rumah, sebab door to door, wajib ketemu langsung sama orangnya. Program ini masih terus berjalan, sebab jangan sampai orang kaya namun menerima hak orang yang prasejahtera," jelasnya.

Halim menyatakan, pihak desa membuat tiga stiker dengan warna berbeda. Stiker hijau merupakan kategori keluarga miskin yang hamil dan menyekolahkan anak, kemudian stiker kuning merupakan keluarga miskin ada yang sakit baik fisik maupun mental.

"Juga ada stiker merah berarti keluarga miskin ada lansia di atas 70 tahun. Sederhananya gini, agar juga para tetangga peka dengan kondisi tersebut. Jika ditempeli ya benar-benar prasejahtera dan ayo dibantu," pungkas dia. (hud/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Kamis, 13 Agustus 2020 16:50 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo---Ketika HARIAN BANGSA mengontak untuk membahas pilkada 9 Desember 2020, saya sedang bersungguh-sungguh untuk menyuguhkan argumentasi mengenai krisis pangan yang akan mengancam, apabila negeri ini tidak mampu membang...
Kamis, 13 Agustus 2020 09:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...