Kamis, 16 Juli 2020 23:02

Kedai Kopi Keadilan, Ngopi Sambil Konsultasi Hukum Secara Gratis

Minggu, 01 Desember 2019 15:52 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Tuhu Priyono
Kedai Kopi Keadilan, Ngopi Sambil Konsultasi Hukum Secara Gratis
Komunitas hukum saat cengkerama di Kedai Kopi Keadilan.

MALANG, BANGSAONLINE.com - Keadilan merupakan hal yang mutlak dan harus ditegakkan, baik bagi para pencari keadilan maupun masyarakat awam, dalam menghadapi permasalahan hukum. Terlebih masyarakat dengan ekonomi rendah.

Terkait hal itu, maka terbentuklah Kedai Kopi Keadilan. Di sini, masyarakat Malang Raya bisa konsultasi permasalahan hukum secara gratis.

Berlokasi di pusat Kota Malang, atau lebih tepatnya di Jalan Wilis No.11, Kedai Kopi Keadilan berdiri atas kerja sama dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Malang 19.III, dan Juru Kopi Partikelir Cafe Sido Ngopi.

Menurut Andi Rachmanto, S.H., selaku ketua dari LBH Malang 19.III, masyarakat tidak perlu malu, canggung, atau mungkin takut untuk mencari keadilan maupun belajar seputar permasalahan dan pengetahuan tentang hukum.

"Di sini (Kedai Kopi Keadilan) masyarakat bisa berkonsultasi kepada kami (LBH Malang 19.lll) terkait dengan seputar permasalahan hukum secara gratis," beber Andi.

Alumni Fakultas Hukum Unisma Malang ini menjelaskan, masyarakat bisa langsung datang sembari menikmati hidangan kopi. "Masyarakat tidak perlu canggung, karena sesuai dengan pasal 27 ayat (1) UUD 1945 menegaskan, semua warga Negara itu di mata hukum adalah sama. Hampir semua konstitusi negara memakai norma ‘equality before the law’ atau persamaan di mata hukum. Jadi, masyarakat tidak perlu takut untuk mencari keadilan," terang penggebuk drum Band Matilda ini.

Hal itu, lanjut Andi, sesuai yang tertuang dalam UU No. 16 tahun 2011, yakni tentang bantuan hukum bagi masyarakat yang kurang mampu. "LBH Malang 19.III dan Kedai Kopi Keadilan memiliki visi dan misi memberikan bantuan hukum kepada masyarakat yang kurang mampu, atau yang tidak tahu cara mendapat keadilan. Seyogyanya, kini masyarakat dapat dengan mudah untuk memahami, bagaimana prosedur untuk mencari keadilan itu tidaklah rumit," ungkap dia.

Sementara itu, Owner Sido Ngopi yang juga coach kewirausahaan dan coffe roasters, Galuh Alamsyah merasa bangga dengan berdirinya Kedai Kopi Keadilan yang terbentuk atas dasar kepedulian sosial, khususnya kepada masyarakat para pencari keadilan maupun para kaum millenial pecinta kopi.

"Kami atas nama manajemen Sido Ngopi, mengucapkan selamat sekaligus mengapresiasi kepada LBH Malang 19.III, atas kerja samanya. Dengan begitu, masyarakat tidak mampu di Malang Raya yang ingin mencari keadilan, diimbau dapat berkunjung ke sini," ujarnya.

Menurutnya, Kedai Kopi Keadilan ini merupakan terobosan baru bagi masyarakat di Malang Raya. "Artinya, masyarakat sudah tidak perlu canggung lagi dalam mencari suatu keadilan yang berkaitan dengan hukum. Selain itu, masyarakat juga bisa ngopi santai di sini," pungkas Galuh.

Perlu diketahui bersama, semenjak berjalannya LBH Malang dengan kepengurusan keanggotaan yang baru, di mana para alumni Peradi RBA dari angkatan ke-III 2019, sudah ada beberapa perkara yang masuk, baik yang litigasi maupun non litigasi. (thu/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 16 Juli 2020 20:24 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Bunga lampion atau yang juga dikenal dengan mawar venezuela ini ternyata dapat tumbuh subur dan mekar di Kota Surabaya. Padahal, di tempat aslinya, pohon ini tumbuh di hutan dengan suhu sekitar 19-25 derajat celcius.Menar...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Rabu, 15 Juli 2020 12:17 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...