Selasa, 25 Februari 2020 02:59

Sebelum Diwisuda, Mahasiswa IAIN Madura ini Gelar Aksi Tunggal, Ini Tuntutannya

Rabu, 20 November 2019 20:22 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yeyen
Sebelum Diwisuda, Mahasiswa IAIN Madura ini Gelar Aksi Tunggal, Ini Tuntutannya
Mulyadi Izhaq saat melakukan aksi tunggal di kampus IAIN Madura dan menyerahkan tuntutan kepada Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Mulyadi Izhaq, mahasiswa IAIN Madura melakukan aksi tunggal ke kantor Rektorat kampus setempat. Aksi tersebut menyoroti tentang diterbitkannya Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 55 Tahun 2018. Rabu, (20/11/2019).

Dalam aksinya, Mulyadi berangkat dari depan pintu masuk, kemudian mengelilingi kampus IAIN Madura sambil berorasi menggunakan alat mikrofon.

Mahasiswa Tadris Bahasa Inggris (TBI) itu menyampaikan mendukung terbitnya Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018 tentang diperbolehkannya organisasi ekstra kampus kembali melakukan aktivitas di lingkungan kampus. Sebab, hal itu menjadi pintu masuk dalam membangun daya kritis dan semangat tinggi mahasiswa tentang penguatan ideologi kebangsaan.

Namun, ia juga meminta agar terbitnya Permenristekdikti itu dibarengi dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan juknis dari pihak kampus agar para mahasiswa paham

"Sebab, jika tidak ada aturan mainnya yang jelas dikhawatirkan akan liar. SOP ini akan menjadi acuan keberadaan organisasi ekstra. Sehingga ada batasan tertentu untuk masuk ke lingkungan kampus," kata mahasiswa asal Desa Palengaan Laok ini.

Selain itu, mahasiswa yang akan diwisuda 7 Desember mentang tersebut menuntut kampus untuk segera membentuk dan mendirikan Unit Kegiatan Mahasiswa Pengawal Ideologi Bangsa (UKM PIB). Hal itu sebagai wadah mahasiswa dalam membina ideologi kebangsaan agar hadirnya Permenristekdikti bisa teratur dan terstruktur.

"UKM PIB sebagai wadah untuk bersinergi, baik dengan pimpinan PT maupun organisasi kemahasiswaan yang telah berdiri sebelumnya di PT. Sehingga hadirnya UKM PIB dapat memperkaya sudut pandang mahasiswa di kampus dan tidak terpaku akan satu pemikiran saja," tuturnya.

"Sehingga pembinaan ideologi bangsa yang mengacu pada empat pilar kebangsaan yaitu UUD 1945, Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bagi mahasiswa merupakan tugas dan tanggung jawab PT," bebernya.

Sementara itu, Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim siap menampung segala aspirasi mahasiswa. Kampus akan melakukan koordinasi dengan semua pihak, termasuk ketua organisasi ekstra yang ada di lingkungan IAIN Madura untuk membahas UKM PIB.

"Kami akan melakukan koordinasi. Memang UKM PIB itu merupakan organisasi yang fokus untuk menguatkan ideologi kebangsaan. Sehingga mahasiswa tidak terpapar paham radikalisme," tukasnya.

Dalam aksi tersebut, Mulyadi juga menyerahkan beberapa tuntutan agar ditindaklanjuti oleh pimpinan IAIN Madura.

Berikut isi tuntutan Mulyadi:

1. Kampus tegas dalam menerapkan Permenristekdikti nomer 55 tahun 2015 dan membuat SOP dan juknis yang legal.

2. Kampus wajib memberikan pemahaman tentang hadirnya Permenristekdikti secara gamblang.

3. Kampus segera Membentuk dan Mendirikan UKM PIB yang mengacu pada Permenristekdikti. (yen/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 24 Februari 2020 14:06 WIB
Oleh : Firman Syah Ali*Pertama Kali saya berjumpa Habib Ahmad Bin Ismail Alaydrus pada tahun 2016 lalu di Majelis Ratib beliau di Kawasan Tapos Bogor. Waktu itu saya hadir Maulid Akbar diajak oleh kakak ipar beliau, Habib Usman Arsal Alhabsyi Jakarta...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...