Ribuan santri saat mengikuti upacara peringatan HSN di Lapangan Sukorejo, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur, Selasa (22/10/2019) pagi.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Memaknai peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2019, para santri dituntut mampu menjadi penjelajah intelektual. Hal ini disampaikan Ketua PCNU Jember Abdullah Syamsul Arifin usai pelaksanaan upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang digelar PCNU Jember di Lapangan Sukorejo, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur, Selasa (22/10) pagi.
Menurut Abdullah Syamsul Arifin, pasca ditetapkannya UU Pesantren, posisi santri dan lulusannya sejajar pelajar atau akademisi secara umum dan patut diperhitungkan di era saat ini.
BACA JUGA:
- Apel Akbar HSN Amanatul Ummah Dihadiri Tiga Syaikh Mesir, Kiai Asep: Sejarawan Kiri Gelapkan Sejarah
- Bupati Pamekasan Ajak Santri Jadi Penggerak Peradaban di Upacara Hari Santri 2025
- Besok Pagi, PP Amanatul Ummah Apel Akbar Hari Santri, Ini Kata Menteri Desa dan PDT RI
- ASN di Sumenep Wajib Kenakan Busana Khusus Selama 3 Hari saat Peringati Hari Santri Nasional 2025
"Santri millenial saat ini, harus menjadi penjelajah intelektual. Karena kita ketahui bersama, mereka (santri itu) sudah mampu untuk membaca dan memahami literatur atupun instrumen yang menggunakan bahasa Inggris ataupun bahasa Arab," katanya.

Pria yang akrab dipanggil Gus Aab ini ini juga mengingatkan santri agar tidak berhenti belajar. "Karena di pesantren, meskipun selalu bertemu dengan kiai, untuk belajar (secara umum dan global) tidak boleh dibatasi waktu ataupun tempat," tegasnya.
"Santri pun juga tidak boleh lupa, bahwa memiliki perilaku dan sikap akhlakul karimah yang baik. Walaupun dengan beribu prestasi yang ada, tetap harus diingat, santri itu juga harus manut dan tawadhu' pada kiai. Tanggalkan seluruh capaian prestasi, ketika berhadapan dengan kiai," pesannya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




