Wali Kota Risma saat menyuruh anak-anak untuk mencium kaki orangtuanya masing-masing.
“Mereka ini hampir 95 persen tidak mengerti. Jadi, ini ada otak yang menggerakkan mereka. Tapi otaknya ini berada di belakang. Katanya dua orang sudah ditangkap dan akan ditindaklanjuti,” tegasnya.
"Yang paling penting, anak-anak ini tidak mudah percaya kepada siapa pun yang mengajak untuk tawuran. Misalnya seperti disampaikan anak-anak tadi, bahwa ada yang mengajak dan ditekan serta diancam," ungkapnya.
Ia juga meminta untuk langsung melaporkan kepada pihak kepolisian melalui nomor 110 atau melalui aplikasi Jogo Suroboyo. “Bisa juga langsung menghubungi 112. Nanti kita tindaklanjuti, jadi jangan takut,” tandasnya.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho juga menjelaskan apabila ada kejadian yang mengganggu keamanan dan ketertiban Kota Surabaya, ia meminta untuk melaporkan kepada pihak kepolisian melalui aplikasi Jogo Suroboyo itu. “Tolong difotokan melalui aplikasi itu, nanti kami akan tindaklanjuti,” tegasnya.
Sandi juga meminta tawuran yang mengganggu keamanan dan ketertiban itu tidak boleh terjadi lagi. Bahkan, ia juga memastikan bahwa dengan kemajuan teknologi saat ini, pihaknya lebih tahu pergerakan dari geng-geng ini, sehingga beberapa kali dibubarkan oleh pihak kepolisian.
"Dengan keroyokan itu tidak keren dan bukan anak-anak milenial yang mau maju dan berprestasi. Oleh karena itu, kepada semua pihak untuk bersama-sama menjaga anak-anak ini," ajaknya. (ian/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




