Senin, 21 Oktober 2019 00:42

Sejumlah KPM PKH di Pamekasan Pertanyakan Berkurangnya Bantuan Tahap IV, Ini Penjelasan Korkab

Jumat, 11 Oktober 2019 01:19 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yeyen
Sejumlah KPM PKH di Pamekasan Pertanyakan Berkurangnya Bantuan Tahap IV, Ini Penjelasan Korkab
Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang digunakan untuk menyalurkan bantuan PKH.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Pamekasan mempertanyakan berkurangnya nominal bantuan yang diterima pada tahap IV 2019 ini.

Salah satunya Hamsatun (40), warga setempat. "Reah tak Bender, musteh bedeh pemotongan dana PKH (ini tidak benar, jelas ada pemotongan dana PKH)," ujarnya.

Hamasatun mengaku menerima bantuan sebesar Rp 225 ribu pada tahap III lalu, namun di tahap IV ini berkurang menjadi Rp 175 ribu.

"Saya menerima untuk komponen pendidikan anak sekolah SD, yang saya ketahui biasanya per tiga bulan dapat Rp 225 ribu. Tapi waktu saya cek tadi berkurang hanya dapat Rp 175 ribu," ujar Hamsatun, Kamis (10/10/19).

Saat dikonfirmasi terhadap Koordinator PKH Kabupaten Pamekasan, Lukman Hakim menjelaskan permasalahan pengurangan bantuan PKH tahap IV tersebut. "Untuk bantuan PKH tahap ke-4 memang ada pengurangan," ujarnya.

Pengurangan tersebut tidak hanya terjadi pada kriteria komponen pendidikan saja, melainkan semua kriteria mengalami pengurangan. Seperti kriteria komponen kesehatan yang meliputi Ibu Hamil atau menyusui, dan Anak Usia 0 sampai dengan 6 tahun juga ada pengurangan.

Selain itu, pengurangan juga dialami oleh kriteria komponen pendidikan yang meliputi Anak Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau sederajarat, Anak Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTS) atau sederajat, anak Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA) atau sederajat, anak usia 6 sampai dengan 21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun.

Begitu juga pengurangan nominal bantuan PKH dialami oleh kriteria komponen kesejahteraan sosial yang meliputi, lanjut usia mulai 60 tahun ke atas dan penyandang disabilitas.

"Masyarakat tidak perlu khawatir dan risau, pengurangan ini hanya terjadi di tahap ke IV saja. Untuk tahun 2020 kemungkinan akan kembali normal lagi seperti semula," jelas Lukman Hakim, meminta masyarakat penerima PKH untuk bersabar.

Menurut Lukman Hakim, dasar adanya pengurangan bantuan PKH di tahap ke IV itu merujuk pada SK Nomor: 03/SK/LJS/09/2019. SK ini merupakan perubahan pertama dari SK Nomor: 02/SK/LJS/01/2019 atas keputusan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial.

"Jadi, berkurangnya bantuan PKH untuk KPM bukan berarti ada praktek pungli atau pemotongan oleh oknum pendamping PKH, tapi karena adanya kebijakan baru dari pemerintah pusat. Sebab, bantuan itu memang yang menyalurkan langsug pemerintah pusat," ungkapnya.

Tidak hanya itu, Lukman Hakim juga menjelaskan nominal setelah adanya pengurangan bantuan untuk tahap IV ini. Yakni, bagi ibu hamil, anak usia dini, disabilitas berat, dan lanjut usia yang semula mendapatkan Rp 600 ribu per tiga bulan, sekarang berkurang menjadi Rp 425 ribu.

Sementara, untuk anak usia SD yang semula menerima Rp 225 ribu per tiga bulan, sekarang turun menjadi Rp 175 ribu. Sedangkan untuk siswa SMP yang semula menerima Rp 375 ribu per tiga bulan, sekarang turun menjadi Rp 275 ribu. Dan untuk anak SMA yang semula menerima Rp 500 ribu per tiga bulan, sekarang turun menjadi Rp 350 ribu. (yen/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...