Selasa, 26 Mei 2020 04:40

​Datang Disambut Rektor, Pulang Menristekdikti Didemo Mahasiswa Unej

Kamis, 10 Oktober 2019 23:33 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yudi Indrawan
​Datang Disambut Rektor, Pulang Menristekdikti Didemo Mahasiswa Unej
Menristekdikti M Nasir sedang memberikan keterangan persnya.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir memenuhi undangan dari Universitas Jember (Unej) untuk memberikan sambutan dalam acara soft launching gedung integrated laboratory, Jember, Jawa Timur, Kamis (10/10/2019).

Saat datang, Menristekdikti disambut langsung oleh Rektor Unej Moh. Hasan. Namun saat pulang, malah dilepas teriakan protes sejumlah aktivis mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unej.

Dalam teriakan protes itu, sejumlah mahasiswa menyampaikan penolakan tindakan represif Menristekdikti dan mengeluarkan dua tuntutan.

"Pertama, mencabut pernyataan Menristekdikti terkait ancaman kepada rektor yang menyuruh dan membiarkan mahasiswa melakukan aksi turun jalan. Kedua, mendesak Menristekdikti menindaklanjuti jatuhnya korban pada aksi turun jalan," ujar Wakil Presiden BEM Unej Muhammad Rizal usai melakukan aksi protesnya di depan menteri.

Ia mengungkapkan, aksi protes yang dilakukannya itu, sebelumnya setelah diketahui ada birokrat kampus yang meminta agar tak ada aksi unjuk rasa dengan alasan menjaga kondusivitas.

"Kami mau melakukan aksi. Kami diredam dengan disediakan audiensi. Tapi audiensinya tidak ada proses dialektika. Tidak ada kesepakatan dan tidak ada output bagi kami,” jelasnya.

Menurutnya, aksi penyampaian pendapat di depan menteri terkesan dikondisikan. “Kami digembosi banyak kali sampai tidak dibolehkan, hanya dikasih waktu 10 menit,” kata Presiden Mahasiswa Unej Ahmad Fairuz Abadi ikut menambahkan.

Mahasiswa akhirnya sepakat bertemu dan berdialog dengan Nasir, setelah acara seremonial selesai. Namun kekecewaan mahasiswa yang dirasakan. Karena Nasir menolak menandatangani dukungan terhadap dua tuntutan sebagaimana diinginkan mahasiswa.

Bahkan Nasir merasa tidak pernah merepresi rektor dan persoalan jatuh korban dalam aksi mahasiswa bukan kewenangannya untuk menangani. “Buat apa (tanda tangan),” katanya singkat.

Bahkan sempat pernyataan itu dijawab Wakil Presiden BEM Unej Rizal. "Kami butuh buat catatan sejarah kami,” katanya.

“Buat apa sejarah? (Ada) pernyataan di media. Sudah cukup ya?,” kata Nasir yang kemudian meninggalkan ruangan.

Sebelumnya, mahasiswa dan Nasir sempat terlibat dialog. Mereka meminta klarifikasi pernyataan Nasir di media massa beberapa waktu lalu yang merespons aksi unjuk rasa mahasiswa. Rizal menganggap pernyataan itu mendiskreditkan mahasiswa.

Nasir menegaskan tak pernah memberikan pernyataan di media massa sebagaimana dituduhkan.  “Saya ingin mendorong mahasiswa Indonesia bagaimana menghadapi era global. Kalau mahasiswa menuntut RUU yang dilakukan (disahkan, red) DPR, silakan dibicarakan melalui prosedur hukumnya,” katanya.

Nasir mengaku pernah mengumpulkan ribuan mahasiswa di Semarang, Jawa Tengah. “Kita selesaikan urusan ini di perundingan atau dalam diskusi. Bukan di jalan. Jalan itu bukan untuk menyelesaikan masalah,” katanya. Ia mendorong dilakukannya diskusi.

Namun, Nasir mengatakan, tak melarang seseorang menyatakan pendapat. “Itu hak individu. Tapi saya ingin mengajak para mahasiswa berdiskusi dengan kepala dingin, dengan para ahli,” tandasnya. (jbr1/yud/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Sabtu, 23 Mei 2020 23:28 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*21. Unzhur kayfa fadhdhalnaa ba’dhahum ‘alaa ba’dhin walal-aakhiratu akbaru darajaatin wa-akbaru tafdhiilaanPerhatikanlah bagaimana Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Dan kehidupan ...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...