Para mahasiswa KKN kolaboratif saat acara pelepasan di Alun-Alun Jember.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Komitmen untuk mengurangi persoalan kemiskinan dan angka stunting terus ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Jember.
Kali ini, Pemkab Jember bersama dengan 16 perguruan tinggi di Jember melakukan kerja sama melalui KKN (kuliah kerja nyata) Kolaboratif.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
Sebanyak 3.078 mahasiswa siap diterjunkan untuk menjalankan tugas mereka di berbagai desa Kabupaten Jember. Mereka resmi dilepas oleh Bupati Jember Muhammad Fawait di Alun-Alun Jember, Kamis (17/7/2025).
Dalam sambutannya, Gus Fawait -sapaan karib Bupati Jember- mengungkapkan bahwa Jember masih berada dalam kondisi yang memprihatinkan, dengan status sebagai daerah termiskin kedua di Jawa Timur.
"Kemiskinan itu tersebar di daerah pelosok, baik di desa-desa terpencil maupun di kawasan pinggiran kebun, pantai, hutan, hingga pegunungan," ujarnya.
Menurutnya, kemiskinan akut menjadi masalah mendasar yang menimbulkan berbagai persoalan sosial.
"Kemiskinan ini berpengaruh pada banyak aspek, seperti tingginya angka stunting, AKI (Angka Kematian Ibu), AKB (Angka Kematian Bayi), dan masih banyak lagi permasalahan lainnya yang timbul akibat kemiskinan," ungkap Gus Fawait.
Karena itu, ia meminta kepada ribuan mahasiswa KKN Kolaboratif untuk bekerja sama dengan masyarakat setempat, terutama dalam mengatasi kemiskinan dengan berbagai pendekatan.
Untuk jangka pendek, bupati menekankan pentingnya penyaluran bantuan sosial (bansos) yang tepat sasaran.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




