Kamis, 21 November 2019 09:45

Ketua DPRD Gresik Janji Panggil Manajemen Gresik United, Muncul Pria Ngaku Sebagai Pengelola Baru

Kamis, 03 Oktober 2019 15:12 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Ketua DPRD Gresik Janji Panggil Manajemen Gresik United, Muncul Pria Ngaku Sebagai Pengelola Baru
Ketua DPRD Gresik Fandi Akhmad Yani saat membacakan hasil pertemuan di hadapan pendemo. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Ketua DPRD Gresik Fandi Akhmad Yani akhirnya menemui ratusan Ultras Mania yang menggelar demo di depan gedung dewan, Kamis (3/10). Sejumlah perwakilan supporter kemudian diajak dialog di ruang rapat pimpinan DPRD.

Yani, begitu panggilan akrabnya, didampingi anggota F-PDIP Mega Bagus Saputra dan Sekretaris F-PKB Syahrul Munir. Dalam dialog itu, Yani siap memenuhi tuntutan Ultras Mania untuk memanggil manajemen Gresik United, yakni PT. Persegres Gresik Samudero. "Rabu (9/10) DPRD rapat dengan manajemen PT. Persegres Gresik Samudero. Senin (7/10), surat (panggilan, Red) kami kirim kepada manajemen," janji Yani seraya mengatakan pihaknya juga mengirim faksimile tuntutan pendemo ke PSSI dan BOPI.

Usai dialog dengan perwakilan Ultras Mania, Yani juga menyempatkan diri menemui ratusan pendemo di depan Gedung DPRD. Ia naik ke atas mobil bak terbuka untuk membacakan hasil pertemuan.

Sebelumnya, Ketua Ultras Gresik, Toriqi Fajrin saat berdialog dengan Ketua DPRD membacakan tuntutan pendemo. Di antaranya, meminta agar kesebelasan Persegres Gresik United (PGU) dikembalikan ke masyarakat tanpa kompensasi apapun. "Kami bertekad kembali ambil Persegres dari management PT. Persegres Gresik Samudero," katanya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Ultras Gresik, Juned. Ia meminta kepada pihak dewan, untuk mendesak PSSI agar melarang Persegres mengikuti liga sebelum piutang gaji pemain dilunasi.

Dalam dialog itu, turut hadir pria bernama Hardian yang mengaku dari manajemen baru Persegres. Ia menyatakan, bahwa dirinya lah yang akan mengelola Persegres. "Saya mewakili manajemen baru. Saya tak ada di jajaran manajemen lama," katanya.

Dia mengaku telah meminta restu dari managemen lama (PT. PGS) untuk mengelola Persegres. Dia juga berjanji akan melunasi utang pemain yang belum terbayar. "Namun, saya minta dikasih waktu antara 30-45 hari," katanya.

Namun, para perwakilan pendemo menolak permintaan Hardian. Mereka tetap meminta Persegres dikembalikan kepada masyarakat, dan tak boleh mengikuti liga dulu, sebelum piutang gaji pemain dibayar. (hud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 15 November 2019 23:45 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wisata Budaya Taneyan Lanjhang yang terletak di Dusun Buddagan I Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Taneyan Lanjhang merupakan rum...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Senin, 18 November 2019 12:31 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*71. Yawma nad’uu kulla unaasin bi-imaamihim faman uutiya kitaabahu biyamiinihi faulaa-ika yaqrauuna kitaabahum walaa yuzhlamuuna fatiilaan.(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpi...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...