Senin, 14 Oktober 2019 19:01

Usung Tema Baru, Peserta Pawai Budaya Wajib Tampilkan Kesenian dan Kebudayaan Jombang

Sabtu, 21 September 2019 18:47 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Rony Suhartomo
Usung Tema Baru, Peserta Pawai Budaya Wajib Tampilkan Kesenian dan Kebudayaan Jombang
Salah satu peserta Pawai Budaya.

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Pawai Budaya Kabupaten Jombang 2019 menampilkan wajah baru, Sabtu (21/9). Para peserta Pawai Budaya diwajibkan menampilkan potensi kesenian dan kebudayaan asli kota santri itu.

Pawai Budaya yang dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Jombang ini, merupakan event tahunan untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI. Kali ini, Pawai Budaya juga untuk memeriahkan Bulan Berkunjung Jombang.

(Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab saat membuka Pawai Budaya)

Namun, Pawai Budaya 2019 ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini, Pawai Budaya khusus untuk menampilkan bentuk kearifan lokalnya.

Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab mengatakan, Pawai Budaya Jombang 2019 ini bertemakan 'Jombang Baget'. Ada 40 peserta dari pelajar dan komunitas atau organisasi kemasyarakatan yang mengikuti event tahunan itu.

Masing-masing peserta wajib menampilkan kostum sesuai sub tema yang ditentukan. Sub tema itu berbentuk kebudayaan dan kesenian asli Jombang, seperti kesenian tari remo boletan, kesenian besutan, jaran dor, bantengan, tari topeng, dangdut kebudayaan unduh-unduh Mojowarno, kumkum sinden, dan grebeg apem serta banyak budaya Jombang lainnya.

"Pawai Budaya Jombang Banget ini mengangkat budaya-budaya asli Jombang. Ada 40 peserta hari ini, semuanya mengenakan baju yang menggambarkan kebudayaan lokal," ujar Mundjidah Wahab saat diwawancarai di lokasi, Sabtu (21/9/2019).

Lanjut Mundjidah, pada Pawai Budaya Jombang ini para peserta tidak hanya menampilkan kostum saja, melainkan juga diwajibkan menampilkan koreografi sepanjang rute pawai sejauh 1,5 kilometer.

Pawai Budaya Jombang dimulai dari depan Pendopo Kabupaten Jombang dan finish di bundaran Ringin Contong, Jl KH Wahid Hasyim. Sepanjang rute juga dipasang pagar besi untuk pembatas, agar para penonton terlihat lebih rapi dan tertib saat menikmati pawai budaya.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Senin, 14 Oktober 2019 10:04 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Rayap, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesa (KBBI), mengandung dua arti. Pertama, rayap adalah serangga (seperti semut) berwarna putih tidak bersayap. Kedua, rayap berarti orang yang mengeruk kantong orang lain.Dalam berbagai ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...