Kamis, 28 Mei 2020 04:39

​Gubernur Khofifah Minta Cegah Stunting Sejak Bayi dalam Kandungan

Selasa, 17 September 2019 11:34 WIB
Editor: Tim
​Gubernur Khofifah Minta Cegah Stunting Sejak Bayi dalam Kandungan
Gubernur Khofifah Indar Parawansa memukul gong pada acara Konsolidasi Perencanaan dan Penganggaran II Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga Tahun Anggaran 2020 di Hotel Grand Mercure, Surabaya, Senin (16/9). foto: istimewa/ bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh bidan di Jawa Timur memantau ketat pertumbuhan bayi-bayi yang berada di wilayah kerjanya. Langkah tersebut perlu dilakukan untuk mencegah stunting sedini mungkin.

"Bidan adalah ujung tombak kesehatan ibu dan anak. Tidak hanya soal kematian ibu dan bayi, namun juga terkait pencegahan stunting. Saya ingin kurva pertumbuhan bayi-bayi di Jawa Timur sempurna, baik itu perkembangan berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala bayi. Jika ada stunting, tolong diidentifikasi dan segera ditangani bersama-sama," ungkap Khofifah pada acara Konsolidasi Perencanaan dan Penganggaran II Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga Tahun Anggaran 2020 di Hotel Grand Mercure, Surabaya, Senin (16/9).

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2018, prevalensi stunting balita umur 0 sampai 59 bulan di Jawa Timur mencapai 32,81 persen. Angka ini lebih tinggi dari prevalensi stunting nasional yakni sebesar 30,8 persen. Sementara berdasarkan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), per 20 Juli 2019 prevalensi stunting balita di Jawa Timur sebesar 36,81 persen. Adapun, tiga daerah tertinggi prevalensinya yakni di Kota Malang sebesar 51,7 persen, Kabupaten Probolinggo 50,2 persen, dan Kabupaten Pasuruan 47,6 persen.

Khofifah mengatakan upaya pencegahan stunting sebaiknya dilakukan sejak bayi masih dalam kandungan. Bidan, kata dia harus mendampingi sekaligus mengawal tumbuh kembang janin hingga lahir dan melalui 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

Menurutnya, banyak ibu hamil dan yang memiliki bayi kurang paham bahkan tidak tahu pola pengasuhan yang benar seperti apa. Mereka, lanjut Khofifah, tidak tahu bahwa bahaya stunting mengintai sejak bayi dalam kandungan karena saat hamil sang ibu kurang mengkonsumsi makanan bergizi. Tak mengherankan jika kasus stunting tidak hanya ditemukan pada masyarakat berpenghasilan rendah dan masuk kategori miskin, namun juga mereka yang berada.

"Sejak hamil kondisi si ibu hamil harus benar-benar diperhatikan oleh bidan, bagaimana nutrisinya, pemeriksaannya harus rutin. Kemudian pada saat lahir harus ASI eksklusif. Makanan bayinya setelah 6 bulan itu juga harus betul-betul dijaga," imbuhnya.

Terkait keberadaan Kampung KB, Khofifah berharap keberadaan kampung KB dapat berkontribusi maksimal dalam mengikis angka prevalensi stunting di Jawa Timur mengingat program ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga dengan program-program pembangunan secara lintas sektor. Kampung KB juga diharapkan dapat memberi edukasi untuk menurunkan pernikahan dini usia.

"Saya berharap jumlah Kampung KB di Jawa Timur semakin ditambah jumlahnya dan ditingkatkan kontribusinya. Terutama di daerah-daerah pelosok dan terpencil. Dengan demikian semakin banyak masyarakat Jatim yang tersosialisasikan informasi tentang pola hidup sehat, pemcegahan stunting sejak dini, juga risiko pernikahan dini mengingat nikah dini usia di Jatim masih sangat tinggi. Pada saat yang sama diharapkan makin banyak yang akses program tis tas untuk SMA dan SMK sehingga anak usia sekolah di didorong untuk melanjutkan sekolah," ujarnya.

Khofifah menambahkan, maraknya pernikahan dini juga turut menyumbang tingginya angka stunting di Jawa Timur. Usia ayah dan ibu yang masih sangat muda membuat risiko bayi stunting menjadi ikut meningkat. Inilah yang menjadi alasan dirinya berharap jumlah Kampung KB di Jawa Timur terus ditambah.

"Secara fisik, mental, dan ekonomi mereka belum siap untuk menjadi orangtua. Pengetahuan mereka mengenai asupan gizi bayi juga belum luas sehingga risiko stunting jauh lebih besar," tuturnya. (tim)- 

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Selasa, 26 Mei 2020 23:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...