Rabu, 12 Agustus 2020 21:42

Bupati Fadeli Panen Raya Padi Inbrida di Desa Truni: Petani Sudah Pandai Mengatur Momen

Kamis, 12 September 2019 19:18 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Nur Qomar Hadi
Bupati Fadeli Panen Raya Padi Inbrida di Desa Truni: Petani Sudah Pandai Mengatur Momen
Bupati Fadeli didampingi Kepala DTPH Lamongan Rujito saat panen raya.

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Bupati Lamongan Fadeli menegaskan produktivitas pertanian di Lamongan mengalami peningkatan. Hal itu diungkapkan Fadeli dalam sambutan saat panen raya Padi Inbrida bersama Kementerian Pertanian (Kementan) di Desa Truni, Kecamatan Babat, Lamongan, Kamis (12/9) siang.

Menurut Fadeli Desa Truni dulunya terkenal sebagai kawasan banjir, namun kini produktivitas pertaniannya meningkat pesat. Hal tersebut seiring pandainya para petani dalam mengatur momen tanam.

"Tahun sebelumnya petani hanya mampu menghasilkan gabah kering berjumlah 1,94 juta ton, tapi untuk tahun 2019 ini panen mereka sudah mencapai 1,1 juta ton, padahal belum tutup tahun," ujarnya.

Menurut Fadeli, pencapaian hasil panen padi yang begitu melimpah di Desa Truni menandakan jika petani sudah bisa menghitung atau memprediksi, kapan waktunya menanam jagung, padi, dan bawang. Sehingga banjir yang biasanya terjadi pada saat musim penghujan itu tidak sampai merendam tanaman yang mereka tanam dan mengakibatkan petani merugi.

"Petani Desa Truni sudah cerdas, sawah yang mereka tanami padi tidak lagi terendam air, mereka sudah bisa menghitung kapan mulai tanam dan kapan tiba waktunya banjir," kata Fadeli.

Atas pencapaian itu, orang nomor satu di Lamongan ini mengaku bangga terhadap petani di Desa Truni. Untuk itu, pemerintah akan terus mendorong demi kemajuan para petani. Di samping itu, bupati juga menjelaskan jika pada saat musim kemarau ini petani juga sudah bisa memanfaatkan program pompanisasi dari Kementan RI. Sehingga lahan yang dahulunya gersang bisa dimanfaatkan.

Dalam kesempatan ini, Fadeli juga menyampaikan harapan agar kementerian bisa memberikan seperti pompa air dan lain sebagainya. Karena pemerintah daerah sendiri tidak sanggup memberikan bantuan, mengingat anggaran yang dibutuhkan untuk membeli alat pertanian tidaklah murah.

"Apa yang dibutuhkan para petani silakan minta, apa saja yang dibutuhkan petani untuk peningkatan pertanian bagi kelompok-kelompok tani, minta sama Kementerian, mumpung masih ada di sini," pungkasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Kabupaten Lamongan, Rudjito. Menurutnya, petani di Desa Truni memang sudah biasa dengan kondisi wilayahnya yang sering diterjang banjir. Tetapi karena mengetahui waktu yang tepat, sehingga mampu menghasilkan padi yang bagus.

Ia mengatakan, berbagai jenis benih padi yang digunakan petani antara lain, Ciherang, Sibagendut, dan lain-lain. "Persediaan cukup, dan momen tanamnya tepat sehingga produktivitas pertanian meningkat luar biasa. Tidak hanya padi, jagung, juga ada brambang dan poliowijo yang lain," pungkasnya. (qom/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...