Selasa, 19 November 2019 02:23

​Ratusan Sopir Angkot di Jember Mogok Tuntut Angkutan Online Ditutup

Rabu, 11 September 2019 20:06 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yudi Indrawan
​Ratusan Sopir Angkot di Jember Mogok Tuntut Angkutan Online Ditutup
Ratusan sopir angkutan kota (angkot) saat melakukan aksi di depan kantor DPRD Jember.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Ratusan sopir angkutan kota (angkot) di Kabupaten Jember kembali melakukan aksi untuk menuntut penutupan angkutan online, Rabu siang (11/9/2019). Mereka berjanji akan melakukannya lagi jika angkutan online masih beroperasi di kota tembakau ini.

Diketahui nantinya jika tuntutan para sopir ini tidak digubris, maka selanjutnya ada sekitar 298 angkutan umum seperti lyn, taksi argo, MPU, dan angkutan desa yang akan mogok beroperasi. 

Aksi yang dilakukan para sopir angkot itu diawali di depan Kantor Pemkab Jember dan dilanjutkan di depan Kantor DPRD Jember di Jalan Kalimantan, Kecamatan Sumbersari.

Koordinator aksi Siswoyo mengatakan, transportasi online yang baru masuk di Jember sangat merugikan angkutan konvensional yang telah beroperasi lama. Khususnya untuk transportasi online Grab di Jember yang menurutnya tidak memiliki izin, dan beroperasi dengan sembarangan. 

"Jelas hal ini merugikan bagi pengemudi angkutan konvensional. Transportasi online yang baru ini tidak punya izin dan kantor di Jember, kemudian beroperasi sembarangan," ujar Siswoyo saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Pihaknya mengajukan tuntutan kepada pemerintah Kabupaten Jember, yakni menolak aplikasi Grab yang sudah beroperasi dan belum beroperasi untuk dihentikan di Jember.

"Jika pemerintah tidak menolak ini, maka sama saja dengan ikut merongrong masyarakat khususnya kami sopir-sopir konvensional," imbuhnya.

Tuntutan lainnya, lanjut Siswoyo, meminta Pemkab Jember untuk segera melakukan pencabutan izin angkutan online itu. Sehingga tidak ada permasalahan transportasi di Kabupaten Jember "Selama belum ada jawaban dari Pemkab Jember, aksi mogok ini akan kami lanjutkan, dan angkot tidak beroperasi selama keputusan dari tuntutan tersebut terpenuhi," tegasnya. (jbr1/yud/ian)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Jumat, 15 November 2019 23:45 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wisata Budaya Taneyan Lanjhang yang terletak di Dusun Buddagan I Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Taneyan Lanjhang merupakan rum...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Senin, 18 November 2019 12:31 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*71. Yawma nad’uu kulla unaasin bi-imaamihim faman uutiya kitaabahu biyamiinihi faulaa-ika yaqrauuna kitaabahum walaa yuzhlamuuna fatiilaan.(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpi...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...