Rabu, 05 Agustus 2020 02:58

Veronica Koman, Pendamping Mahasiswa Papua yang Ditetapkan Tersangka Provokasi, Siapa Dia?

Rabu, 04 September 2019 16:49 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Anatasia Novarina
Veronica Koman, Pendamping Mahasiswa Papua yang Ditetapkan Tersangka Provokasi, Siapa Dia?
Veronika Coman. foto: twitter.com/papua_satu

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Veronika Coman, perempuan yang selama ini aktif mendampingi para mahasiswa Papua di Surabaya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim. Veronika Coman ditetapkan sebagai tersangka kasus provokasi.

"Hasil gelar tadi malam dengan bukti-bukti, ada pengembangan yang awalnya kami jadikan saksi yakni seseorang yang saya sebut Veronika Coman, sudah kami kirim dua surat panggilan saksi atas nama tersangka Susanti, ternyata yang bersangkutan tidak hadir," ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat konferensi pers di lobi Tribrata Mapolda Jatim, Rabu (4/9)

Berdasarkan pendalaman dari media, penggeledahan data di Hp, serta pengaduan dari masyarakat, Kapolda menyebut jika Veronika Coman orang yang sangat aktif membuat provokasi di dalam maupun di luar negeri untuk menyebarkan hoax dan provokasi.

"Veronika Coman ini sangat aktif. Di mana hasil gelar perkara, memutuskan dari bukti-bukti dan hasil pemeriksaan saksi 6 orang (3 saksi, dan 3 saksi ahli) akhirnya ditetapkan tersangka atas nama Veronika Coman," jelas Kapolda didampingi Wadir Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara S.I.K. dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho S.I.K.

(Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan)

Untuk mengembangkan kasus ini, Kapolda mengaku bekerja sama dengan instansi terkait, yakni Mabes Polri, BIN, Satgas, dan Interpol.

"Karena bersangkutan berada di luar negeri. Kami kerja sama dengan Interpol, ada tahapan-tahapan. Kita akan lihat nanti apakah akan melakukan pencekalan. Kita akan koordinasi selanjutnya. KTP WNI, namun sepertinya keluarganya banyak domisili di luar negeri," terangnya.

Lebih lanjut, menurut Kapolda, bahwa Veronika Coman sangat aktif dalam mendampingi mahasiswa Papua. "Kalau kita cek file di Jatim, setiap ada kejadian di terkait masalah Papua, yang bersangkutan selalu ada di tempat. Seperti bulan Desember, mereka membawa wartawan asing dua," ungkapnya.

"Kejadian kemarin yang bersangkutan tidak ada di tempat, namun di twitter sangat aktif memberitakan, mengajak provokasi, yang akan kami sampaikan di mana dia mengatakan ada seruan mobilisasi aksi monyet turun ke jalan untuk besok di Jayapura. Ini tanggal 18 Agustus. Ini ada medianya, dan memakai bahasa Inggris," terang Kapolda.

Selain itu, masih menurut Kapolda, bahwa Veronika Coman juga menulis di twitternya, terkait momen polisi yang menembakkan gas air mata ke dalam asrama Papua.

"Di tulisannya, ia menyebut ada total 23 tembakan, termasuk gas air mata. Anak-anak tidak makan selama 24 jam, haus dan terkurung, lalu disuruh keluar ke lautan massa. Kemudian, juga ditulis bahwa 43 mahasiswa Papua ditangkap tanpa alasan yang jelas, 5 terluka, satu kena tembakan gas air mata. Semua kalimat selalu ditulis memakai bahasa Inggris," paparnya.

"Sehingga kami putuskan dari gelar perkara, Veronika Coman kami tetapkan menjadi tersangka. Dia salah satu yang sangat aktif, dia melakukan provokasi sehingga membuat keonaran. Pasalnya berlapis UU ITE, KUHP 160, UU 1 tahun 1946 dan UU No 40 tahun 2008. Ada empat UU," pungkas Kapolda. (ana/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 30 Juli 2020 21:34 WIB
Oleh: KH. Agoes Ali Masyhuri*Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang menyerahkan dana hibah puluhan miliar rupiah kepada Tanoto dan Sampoerna Foundation membuat dua ormas besar Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kecewa dan mundur dari organi...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...