Selasa, 12 November 2019 05:28

Veronica Koman, Pendamping Mahasiswa Papua yang Ditetapkan Tersangka Provokasi, Siapa Dia?

Rabu, 04 September 2019 16:49 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Anatasia Novarina
Veronica Koman, Pendamping Mahasiswa Papua yang Ditetapkan Tersangka Provokasi, Siapa Dia?
Veronika Coman. foto: twitter.com/papua_satu

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Veronika Coman, perempuan yang selama ini aktif mendampingi para mahasiswa Papua di Surabaya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim. Veronika Coman ditetapkan sebagai tersangka kasus provokasi.

"Hasil gelar tadi malam dengan bukti-bukti, ada pengembangan yang awalnya kami jadikan saksi yakni seseorang yang saya sebut Veronika Coman, sudah kami kirim dua surat panggilan saksi atas nama tersangka Susanti, ternyata yang bersangkutan tidak hadir," ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat konferensi pers di lobi Tribrata Mapolda Jatim, Rabu (4/9)

Berdasarkan pendalaman dari media, penggeledahan data di Hp, serta pengaduan dari masyarakat, Kapolda menyebut jika Veronika Coman orang yang sangat aktif membuat provokasi di dalam maupun di luar negeri untuk menyebarkan hoax dan provokasi.

"Veronika Coman ini sangat aktif. Di mana hasil gelar perkara, memutuskan dari bukti-bukti dan hasil pemeriksaan saksi 6 orang (3 saksi, dan 3 saksi ahli) akhirnya ditetapkan tersangka atas nama Veronika Coman," jelas Kapolda didampingi Wadir Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara S.I.K. dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho S.I.K.

(Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan)

Untuk mengembangkan kasus ini, Kapolda mengaku bekerja sama dengan instansi terkait, yakni Mabes Polri, BIN, Satgas, dan Interpol.

"Karena bersangkutan berada di luar negeri. Kami kerja sama dengan Interpol, ada tahapan-tahapan. Kita akan lihat nanti apakah akan melakukan pencekalan. Kita akan koordinasi selanjutnya. KTP WNI, namun sepertinya keluarganya banyak domisili di luar negeri," terangnya.

Lebih lanjut, menurut Kapolda, bahwa Veronika Coman sangat aktif dalam mendampingi mahasiswa Papua. "Kalau kita cek file di Jatim, setiap ada kejadian di terkait masalah Papua, yang bersangkutan selalu ada di tempat. Seperti bulan Desember, mereka membawa wartawan asing dua," ungkapnya.

"Kejadian kemarin yang bersangkutan tidak ada di tempat, namun di twitter sangat aktif memberitakan, mengajak provokasi, yang akan kami sampaikan di mana dia mengatakan ada seruan mobilisasi aksi monyet turun ke jalan untuk besok di Jayapura. Ini tanggal 18 Agustus. Ini ada medianya, dan memakai bahasa Inggris," terang Kapolda.

Selain itu, masih menurut Kapolda, bahwa Veronika Coman juga menulis di twitternya, terkait momen polisi yang menembakkan gas air mata ke dalam asrama Papua.

"Di tulisannya, ia menyebut ada total 23 tembakan, termasuk gas air mata. Anak-anak tidak makan selama 24 jam, haus dan terkurung, lalu disuruh keluar ke lautan massa. Kemudian, juga ditulis bahwa 43 mahasiswa Papua ditangkap tanpa alasan yang jelas, 5 terluka, satu kena tembakan gas air mata. Semua kalimat selalu ditulis memakai bahasa Inggris," paparnya.

"Sehingga kami putuskan dari gelar perkara, Veronika Coman kami tetapkan menjadi tersangka. Dia salah satu yang sangat aktif, dia melakukan provokasi sehingga membuat keonaran. Pasalnya berlapis UU ITE, KUHP 160, UU 1 tahun 1946 dan UU No 40 tahun 2008. Ada empat UU," pungkas Kapolda. (ana/rev)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Selasa, 05 November 2019 19:40 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Taman Mozaik yang berada di Jalan Wiyung Praja Surabaya ini menambah rentetan panjang destinasi wisata taman aktif di Surabaya. Lahan yang sebelumnya rawa-rawa itu disulap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadi taman y...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Sabtu, 02 November 2019 09:18 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...