Selasa, 20 April 2021 04:56

Soal Keluhan Pasien BPJS yang Diminta Pulang, DPRD Bangkalan Minta RSUD Syamrabu Klarifikasi

Selasa, 03 September 2019 21:11 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Subaidah
Soal Keluhan Pasien BPJS yang Diminta Pulang, DPRD Bangkalan Minta RSUD Syamrabu Klarifikasi
Ahmad Hariyanto merespon terkait Pelayanan RSU Syariah Ambani Rato Ebo terhadap pelayanan pasien peserta BPJS.

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Keluhan pasien peserta BPJS terkait pelayanan RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan mendapat respons dari Achmad Hariyanto, anggota DPRD asal PKB.

Ia menyayangkan kejadian yang dialami oleh pasien atas nama Kadin (49), warga Klampis Timur Kecamatan Klampis Bangkalan. Menurutnya, seluruh pelayanan kesehatan harus diutamakan, baik pasien BPJS maupun pasien umum.

"Kalau ada kendala terkait administrasi pasien, harus segera disampaikan agar tidak salah paham," ujar Antok panggilan akrab Achmad Hariyanto, Selasa (3/9).

Untuk itu, Hariyanto meminta manajemen RSUD Syamrabu memberikan klarifikasi terkait kejadian yang dialami pasien Kadin. "Sebenarnya ini ada apa? Misalnya ada perkara tunggakan negara yang belum dibayarkan ke rumah sakit, ya segera jelaskan. Biar publik tidak menuding sebelah. Jika ada informasi yang ditutup-tutupi, maka ini menjadi bentuk ketidakprofesionalan manajemen RSUD Bangkalan terhadap pasien," jelas Hariyanto.

BACA JUGA : 

Siti Khotidjah, Ibu di Bangkalan Ceritakan Kronologi Operasi Caesar Hingga Bayinya Meninggal

Diduga Malapraktik, Penyebab Meninggalnya Bayi Pasca Operasi Caesar di RSIA Syafii, Ini Kata Dewan

​Dianggap Tak Profesional Terhadap Peserta BPJS Kesehatan, Warga Audiensi dengan RSU Lukas Bangkalan

​Dinyatakan Sembuh Lalu Dipulangkan, Pasien Covid-19 Bangkalan Meninggal, Muhyi: Penuh Keganjilan

Menurutnya, apa yang dialami Kadin bisa mengurangi tingkat kepercayaan masyarakat untuk berobat di rumah sakit milik pemerintah. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh dokter di RSUD Syamrabu untuk tidak membeda-bedakan pemeriksaan melalui BPJS maupun umum.

Dalam kesempatan itu, Achmad Hariyanto juga menyampaikan rencananya masuk di Komisi D dengan alasan, ingin turut serta dalam mengontrol pelayanan kesehatan di Kabupaten Bangkalan. Baik di RSUD Syamrabu maupun rumah sakit lainnya.

(BACA JUGA: Pengalaman Pasien Berobat di RSUD Syamrabu, Pakai BPJS Diminta Pulang, Pakai Umum Langsung Masuk)

Baginya, pelayanan kesehatan merupakan kunci utama terciptanya sebuah kondusivitas di tengah masyarakat. "Bila layanan tidak memberikan kepuasan, maka wajar saja masyarakat bergejolak, karena dari hati nurani mereka pasti menuntut untuk segera dilayani," terangnya.

"Jika saya ada di Komisi D, dalam waktu dekat akan mengadakan sharing komisi dan mengundang OPD terkait, untuk mengevaluasi dan mendorong meningkatkan profesionalisme pelayanan kesehatan di Kabupaten Bangkalan," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kadin (49), warga Klampis Timur Kecamatan Klampis Bangkalan menngalami pengalaman aneh saat hendak menjalani perawatan di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu). Pasalnya, keterangan hasil pemeriksaan berbeda antara saat menggunakan BPJS dan pasien umum.

Yakni, disarankan untuk rawat jalan saat periksa menggunakan BPJS Kesehatan karena dianggap tidak memiliki penyakit yang serius. Sedangkan saat mendaftar sebagai pasien umum, alias tidak menggunakan BPJS, ia langsung diminta untuk masuk kamar menjalani rawat inap. (ida/uzi/ian/rev)

Polisi dan Tukang Becak, Madura Kok Dilawan
Senin, 19 April 2021 21:38 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episoode ke-8 ini mereview tukang becak asal Madura yang dihadang polisi karena dianggap melanggar rambu-rambu lalu lintas. Di jalan raya itu memang tertancap rambu lalu lintas berupa ga...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 19 April 2021 05:29 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dua guru besar ini punya integritas dan reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Nah, Dahlan Iskan kali ini tak banyak menulis. Tapi menurunkan pandangan dua profesor yang dua-duanya kontra dan kritis terhadap Vaksin...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...