Selasa, 17 September 2019 00:16

Tafsir Al-Isra' 60: Berita Langit Menyebabkan Fitnah di Bumi

Selasa, 03 September 2019 12:57 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Isra
Ilustrasi

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag

60. wa-idz qulnaa laka inna rabbaka ahatha bialnnaasi wamaa ja’alnaa alrru'yaa allatii araynaaka illaa fitnatan lilnnaasi waalsysyajarata almal’uunata fii alqur-aani wanukhawwifuhum famaa yaziiduhum illaa thughyaanan kabiiraan

Dan (ingatlah) ketika Kami wahyukan kepadamu, “Sungguh, (ilmu) Tuhanmu meliputi seluruh manusia.” Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon yang terkutuk (zaqqum) dalam Al-Qur'an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.


TAFSIR AKTUAL

Mengulang kembali bahasan pada awal surah, yakni peristiwa al-isra' dan mi'raj yang menggemparkan seantero jazirah arab, khususnya kota Makkah dan sekitarnya. Mana mungkin seorang manusia bisa menempuh perjalanan dari Makkah ke Palestina yang berjarak kurang lebih 1.500 kilo meter dan pulang balik hanya membutuhkan waktu kurang dari satu malam.

Biasanya, mereka berdagang ke sana pakai unta, perjalanan satu bulan dan pulang satu bulan. Kalau pakai kuda mungkin lebih cepat. Tapi kuda-pun tidak bisa dipacu lari sejauh itu dalam satu waktu. Maka pantas, pengakuan Nabi Muhammad SAW yang katanya habis dari Baitil Maqdis Palestina semalam menimbulkan fitnah dan cacian. "wamaa ja’alnaa alrru'yaa allatii araynaaka illaa fitnatan lilnnaasi".

Makna fitnah adalah ujian, cobaan (bukan bully dan bukan pendustaan). Fitnah bagi orang kafir menjadi makin kafir. Yang beriman setengah-setengah menjadi murtad. Yang imannya biasa-biasa saja menunggu bukti dan yang imannya super kuat menjadi semakin kuat, seperti Abu Bakr al-shiddiq. Kisahnya seperti ini:

Setelah subuh, nabi menceritakan perjalanannya semalam ke Baitil Maqdis kepada banyak orang yang biasanya ngumpul di masjid al-Haram. Spontan mereka muak dan mencemooh. Bahkan banyak yang menyatakan murtad dan tidak lagi mau memeluk Islam. Ya, karena menganggap nabi Muhammad SAW yang dipanuti telah gila, ngelantur, dan mengada-ada.

Tapi tidak semua bubar dan langsung pulang ke rumah dengan perasaan mendongkol. Beberapa ada yang menuju rumah Abu Bakr al-Shiddiq dan memberitahukan berita isra' dengan tujuan klarifikasi. "ini gimana, temanmu, si Muhammad, katanya baru saja datang dari al-masjid al-aqsha dan shalat di sana, lalu balik lagi dalam waktu kurang dari satu malam".

Abu Bakr: "terus, kalian mau apa, tidak percaya? Demi Allah, jika benar dia yang mengatakan demikian, maka lebih ajaib dari itu saya percaya. Kalian taruh di mana otak kalian. Aku ini sangat percaya berita langit yang lebih jauh di sono, apalagi ini sekadar berita bumi yang dekat sini".

Orang-orang nimpali: "Ya, tapi tidak bisa begitu saja cak Bakar, Ini urusan penting. Gimana, kalau kita beramai-ramai datang ke rumah Muhammad?".

Abu Bakr: "Oke".

Di hadapan beliau, Abu Bakr yang angkat bicara: "Ya Rasulallah, benarkah engkau berkata begini, begini. Jika Ya, maka jelaskanlah seperti apa gambaran al-masjid al-Aqsha itu. Kebetulan, saya dulu pernah ke sana".

"..alrru'yaa allatii araynaaka..". Kemudian Nabi menjelaskan, bahwa sekarang ini aku sedang diperlihatkan tayangan al-masjid al-aqsha sehingga kini aku bisa jelas melihatnya. Lalu nabi menjelaskan secara detail bangunannya. Dari postur bangunan, desain, tiang, kubah, dari sudut ke sudut, dan lain-lain. Setiap satu bagian diterangkan Nabi, Abu Bakr merunduk dan langsung berucap: "shadaqta" (Ya, engkau berkata benar). "Asyhad annak rasulullah", aku bersaksi, bahwa engkau sungguh utusan Allah.

Saking seriusnya ucapan Abu Bakar yang serba membenarkan Nabi, maka nabi mulia itu bales menjuluki: "Wa anta ya Aba Bakr, al-shiddiq". Dan engkau juga wahai Abu Bakr sang pembenar. Karena Nabi mengakui ketulusan iman Abu Bakr dengan penganugerahan gelar "al-shiddiq", maka sejak itu Abu Bakr berjuluk al-Shiddiq, sang pembenar. Lalu turunlah ayat ini memberi pencerahan.

Tidak saja soal al-ru'ya dalam peristiwa al-isra' yang diperlihatkan, nabi juga diperlihatkan kondisi pohon terkutuk, "al-syajarah al-mal'unah" yang ditera dalam al-qur'an, yang nantinya menjadi santapan orang-orang kafir nan durhaka. Pohon itu bernama al-zaqqum. Pohon ini berduri tajam dengan bau memuntahkan. Sungguh bukan pohon layak konsumsi, tapi pohon hukuman.

Disebutnya pohon terkutuk ini bertujuan sebagai ancaman terhadap para pendurhaka. Tentu agar mereka segera berhenti dan bertaubat. Tapi ternyata sebaliknya. Dasar kafir, mereka malah makin brutal dan inkar "wanukhawwifuhum famaa yaziiduhum illaa thughyaanan kabiiraan".

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...