Abdul Rouf, Ketua DPRD Pasuruan sementara.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Rencana penetapan pimpinan definitif DPRD Kabupaten Pasuruan dipastikan molor dari target. Penyebabnya, ada dua partai yang belum menyerahkan surat rekomendasi dari DPP terkait penunjukkan kadernya sebagai pimpinan DPRD, yakni PDIP dan Golkar.
Untuk itu, Ketua DPRD Pasuruan sementara Abdul Rouf yang dikonfirmasi BANGSAONLINE.com memastikan bahwa agenda paripurna internal penetapan pimpinan definitif belum bisa dilakukan.
BACA JUGA:
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- UMKM Pasuruan Naik Kelas: Komisi II Kawal Digitalisasi Pasar dan Bantuan Modal Pemuda-Perempuan
- Aliansi BEM Pasuruan Raya Kecam Sikap Ketua DPRD yang Dinilai Tak Etis saat Audiensi dengan PMII
- HOAKS! Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan Dipanggil KPK Soal Korupsi Dana Hibah
"Kita masih menunggu surat dari DPP PDIP dan DPP Golkar, sampai sekarang belum dikirim. Kalau sudah lengkap semua, maka paripurna internal penetapan pimpinan DPRD bisa dilakukan secepatnya," jelas Rouf.
Terpisah, Ketua DPC PDIP Pasuruan Andri Wahyudi mengakui hingga kini surat rekomendasi dari DPP belum turun. Namun, ia memastikan nama yang ditunjuk DPP untuk menjabat Wakil Ketua DPRD sudah ada.
"Kalau ditanya kapan rekomendasinya turun, saya belum tahu. Tapi yang pasti kita usahakan dalam sepekan ini sudah rampung," jelas Andri.
Semetara Ketua DPD Golkar Pasuruan Udik Januantoro belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Dihubungi via selulernya, yang bersangkutan belum menjawab. (bib/par/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




