Sabtu, 19 Oktober 2019 07:35

Malam Satu Suro, Kapolres Ngawi Pantau Langsung Kegiatan di Alas Ketonggo

Minggu, 01 September 2019 21:03 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Zainal Abidin
Malam Satu Suro, Kapolres Ngawi Pantau Langsung Kegiatan di Alas Ketonggo
Kapolres saat memantau kegiatan di Alas Ketonggo.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Alas Srigati atau yang dikenal dengan Alas Ketonggo yang terletak 12 Km arah selatan Kota Ngawi merupakan tempat bersejarah menurut legenda. Hal tersebut nampak dari keyakinan masyarakat Jawa bahwa Alas Ketonggo ini merupakan salah satu dari alas angker atau ‘wingit’ di tanah Jawa.

Hal tersebut terbukti dengan banyaknya situs-situs yang menjadi jujukan para peziarah yang berkunjung di wilayah alas Ketonggo. Yadiman (68), salah satu juru kunci yang ditemui BANGSAONLINE.com pada Sabtu (31/08) menjelaskan asal muasal dari alas Srigati.

"Kepercayaanya, di tempat ini terdapat kerajaan makhluk halus," jelasnya.

Ia mengatakan, Eyang Srigati adalah Priyagung, seorang begawan dari Benua Hindia yang datang ke tanah Jawa. "Beliaulah yang menurunkan Kerajaan-kerajaan di Indonesia mulai dari Pajajaran, Majapahit, Mataram dan seterusnya. Semua kisah Spiritual tertuang di Punden Srigati yang terdapat di Desa Babadan, Kec. Paron. Kab. Ngawi," tuturnya.

Pada malam satu suro seperti ini, Alas Ketonggo selalu ramai dikunjungi peziarah. Saat kesempatan tersebut, Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu juga mengunjungi Alas Ketonggo atau Srigati untuk memantau keadaan. Ia juga melihat langsung sungai yang menjadi tempat berendam peziarah.

"Kita memantau bahwa kegiatan ini aman dan tertib. Sebab pengunjungnya kan dari luar kota. Jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," terangnya.

Di dalam areal Srigati atau dikenal dengan alas Ketonggo ini juga terdapat situs Bung Karno (Presiden RI pertama). Menurut warga setempat, situs Bung karno yang dikenal dengan Pesanggrahan Soekarno juga menjadi salah satu jujukan bagi peziarah yang datang pada bulan Suro. Situs tersebut awalnya hanya berbentuk sebuah batu. Karena seringnya dikunjungi peziarah, selanjutnya dibangun semacam pendopo yang dipergunakan untuk berkumpul bagi peziarah yang datang.

"Biasanya pada bulan suro diadakan semacam upacara dari Keraton Solo," urai Mbah Yadiman juru kunci yang berada di areal Srigati.

Menurut kepercayaan dari warga maupun juru kunci yang ada, bahwa Presiden RI pertama tersebut sebelum kemerdekaan mampir ke Srigati untuk berdoa. Akan tetapi hal tersebut belum ada bukti otentik. Tidak ada saksi yang melihat benar tidaknya Bung Karno berdoa sebelum kemerdekaan di areal Srigati tersebut.

Setelah melalui beberapa pertimbangan, akhirnya sejumlah tokoh tua Ngawi menyepakati titik di mana Bung Karno bersemedi di Ketonggo itu dijadikan Pesanggrahan Soekarno. Di banding Pesanggrahan Srigati, Pesanggrahan Soekarno terlihat lebih sederhana. Hanya ada lima tonggak yang menopang bilik kecil beratap asbes yang tanpa dinding itu. Di tengahnya ada beberapa batu. Dan di depan selalu terpasang bendera merah putih.

Yang pasti di areal hutan milik Perhutani tersebut memang banyak situs atau peninggalan yang menjadi tujuan para peziarah untuk sekedar berdoa. (nal/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...