Selasa, 15 Oktober 2019 19:33

Dikenal Angker, Watu Mejo di Kawasan Pantai Pancer Door Pacitan Sekarang Banyak Dikunjungi

Jumat, 30 Agustus 2019 18:50 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Dikenal Angker, Watu Mejo di Kawasan Pantai Pancer Door Pacitan Sekarang Banyak Dikunjungi
Ketua Srono Jolo Pacitan, Damhudi saat berada di kawasan Pantai Pancer Door Pacitan. foto: YUNIARDI SUTONDO/ BANGSAONLINE

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Bagi sebagian masyarakat Pacitan, tempat pertapaan "Watu Mejo" mungkin masih hal yang asing. Hal tersebut cukup beralasan, mengingat lokasi wisata yang dikeramatkan itu berada di lereng bukit ujung Watu Krucuk, Pantai Pancer Door.

"Hanya sebagian orang yang mengetahui, kalau di situ (Watu Mejo) merupakan lokasi tempat pertapaan para raja Mataraman kala itu," ujar Ketua Srono Jolo Pacitan Damhudi, saat ditemui di kawasan Pantai Pancer Door, Jumat (30/8).

Menurut mantan Ketua KPU Pacitan ini, sebelumnya kawasan ujung Selatan Pantai Pancer Door seakan steril dari kunjungan wisata. Selain dinilai sebagai lokasi yang angker, kawasan tersebut memang sepi tanpa ada tanda-tanda kehidupan.

Bahkan dulu, tim uka-uka yang dimotori komedian Tukul Arwana sempat hendak melakukan shooting di kawasan tersebut. Namun gagal, karena tim supranatural mereka mengisyaratkan ada puluhan naga besar yang menghadang kru sebuah stasiun televisi swasta terkemuka tersebut.

"Sehingga acara dibatalkan, sebab sangat berisiko kalau tetap dilanjutkan," terang Damhudi yang juga hendak maju sebagai bakal calon Bupati Pacitan ini.

Baru sekitar tahun 2010, berkat bantuan dari Bupati Indartato melalui APBD, tak jauh dari Watu Mejo akhirnya dibangun sebuah musala. "Sejak berdiri musala, kunjungan wisata akhirnya mulai menggeliat. Meski tak seramai obyek wisata yang lain, akan tetapi setidaknya sudah bisa menghapus kesan angker dan wingit. Saban hari banyak kelompok milenial yang datang ke ujung Selatan Pantai Pancer Door. Apalagi saat Ramadhan lalu, mereka banyak yang datang sambil ngabuburit," tutur Damhudi.

Bahkan tak jarang juga, wisatawan luar daerah yang menyempatkan waktu datang ke Watu Mejo untuk ngalap berkah. "Kami berharap semakin hari kunjungan wisata ke sini semakin meningkat. Memang tempat ini (Watu Mejo) sampai detik ini masih dipercaya sebagai tempat keramat," tandasnya. (yun)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Senin, 14 Oktober 2019 10:04 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Rayap, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesa (KBBI), mengandung dua arti. Pertama, rayap adalah serangga (seperti semut) berwarna putih tidak bersayap. Kedua, rayap berarti orang yang mengeruk kantong orang lain.Dalam berbagai ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...