Selasa, 15 Oktober 2019 19:25

Memilukan, Tak Dijatah APBD, Sejumlah Atlet di Kota Mojokerto Galang Dana

Kamis, 22 Agustus 2019 14:32 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Eko Purnomo
Memilukan, Tak Dijatah APBD, Sejumlah Atlet di Kota Mojokerto Galang Dana
Sejumlah atlet dari berbagai cabang olahraga (cabor) di Kota Mojokerto mengelar aksi unjuk rasa, Kamis, (22/8) di depan kantor pemkot setempat. Mereka juga menggalang koin dari pengguna jalan untuk keperluan atlet.

KOTA MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Tak dapat jatah anggaran, penggiat olahraga di Kota Mojokerto oleng. Bersama dengan para atlet, sejumlah pengurus Komite Olahraga Nasional (KONI) turun jalan dan berdemo di depan kantor Pemkot setempat. Aksi yang digelar Kamis (2278) ini dipimpin langsung oleh Ketua KONI Santoso Bekti Wibowo.

Dalam orasinya, pengunjuk rasa menuntut Wali Kota Mojokerto bertanggung jawab, lantaran tak adanya anggaran baik di APBD maupun P-APBD 2019. Padahal, anggaran P-APBD telah disetujui wali kota dan DPRD.

“Ini bukti pemkot dan dewan tidak peduli dengan pembinaan olahraga di Kota Mojokerto. Kalau seperti ini, pembinaan olahraga akan mati,” ujar Santoso Bekti Wibowo, Ketua KONI Kota Mojokerto.

Menurut Santoso, tidak adanya anggaran hibah untuk KONI, merupakan bentuk pelanggaran yang dilakukan wali kota terhadap UU nomer 3 tahun 2005 yang menyebut pemerintah wajib mengalokasikan anggaran dalam APBD untuk keolahragaan.

Ia mengatakan, ketiadaan anggaran ini membuatnya merogoh kocek pribadi. “Untuk pembinaan saat ini semua atlet memakai dana pribadi, ” tuturnya.

Contohnya, pada gelaran Porprov bulan lalu, dirinya harus mengeluarkan uang pribadi untuk memberangkatkan atlet. Bahkan, ada salah satu cabor harus nunut melalui KONI Kabupaten Mojokerto agar mengikuti kejuaraan.

“Kalau tak ada solusi kita akan melakukan penggalangan koin ke pengguna jalan untuk membiayai pembinaan atlet,” ancamnya.

Setelah melakukan orasi dan membentangkan spanduk tuntutan, sebanyak delapan perwakilan KONI melakukan audiensi dengan perwakilan eksekutif dan legislatif secara tertutup di ruang Nusantara. (yep/rev) 

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Senin, 14 Oktober 2019 10:04 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Rayap, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesa (KBBI), mengandung dua arti. Pertama, rayap adalah serangga (seperti semut) berwarna putih tidak bersayap. Kedua, rayap berarti orang yang mengeruk kantong orang lain.Dalam berbagai ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...