Kamis, 05 Agustus 2021 00:09

Pembakaran Gedung DPRD Papua Barat Diduga Buntut Kericuhan di Surabaya, Konter Hp Dijarah

Senin, 19 Agustus 2019 13:24 WIB
Editor: Tim
Pembakaran Gedung DPRD Papua Barat Diduga Buntut Kericuhan di Surabaya, Konter Hp Dijarah
Kolase kebakaran gedung DPRD Papua Barat.

MANOKWARI, BANGSAONLINE.com - Suasana Kota Manokwari mencekam pasca pembakaran gedung DPRD Provinsi Papua Barat, Senin (19/8). Aksi pembakaran gedung DPRD itu didahului demo mengecam kericuhan di asrama mahasiswa Papua, Jalan Kalasan Surabaya, Jumat (16/8/2019) lalu.

Dikutip dari Antara, Simon salah satu warga mengungkapkan para mahasiswa itu kesal lantaran dituduh merusak bendera merah putih yang dipasang di depan asrama. Sedangkan, sampai saat ini bukti-bukti perusakan bendera itu juga tak jelas.

Polresta Surabaya juga belum menetapkan satu pun mahasiswa atas isu yang dituduhkan sebagai tersangka.

Simon juga mengungkapkan, saat pengepungan itu ada sejumlah oknum yang bertindak rasis. "Ada yang berteriak 'anjing, babi, monyet, keluar lu kalau berani! hadapi kami di depan!'," tuturnya. Hingga petugas menembakkan gas air mata.

BACA JUGA : 

Kejar Target Herd Immunity, Gubernur Khofifah Tinjau Vaksinasi Door to Door Warga Papua di Surabaya

Datang dari Singapura, Gubernur Papua Lukas Enembe Karantina Mandiri

Indo Parameter: Rektor UI Harusnya Merespons Poster Jokowi "The King of Lips Service" Secara Positif

Satlantas Polres Kediri Kota Sosialisasi Safety Riding dan Terbitkan SIM bagi Mahasiswa Papua

Pembakaran gedung DPRD Papua Barat ini merembet ke aksi penjarahan. Berdasarkan video yang beredar melalui aplikasi percakapan, ada sebuah konter handphone yang dijarah. Dalam video itu, tampak massa menggeruduk sebuah konter handphone. Tak lama kemudian, beberapa dari mereka keluar membawa kardus handphone sambil berlari.

Di sisi lain, Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam wawancara dengan Kompas TV, membantah jika kejadian di Manokwari merupakan aksi spontanitas masyarakat dan mahasiswa.

"Sebetulnya tidak sespontan itu juga. Sebab, setelah kejadian di Surabaya, beberapa aktivis Papua sudah menyebar beberapa poster seruan aksi," tutur Brigjen Dedi.

'Besok monyet turun ke jalan'. 'Kami dipandang monyet. Dan monyet-monyet itu akan segera turun ke jalan. Anda yang merasa harga diri hancur segera gabung'. 'Kita akan desak Indonesia tinggalkan kami,' beberapa bunyi seruan itu.

Bahkan ada sejumlah poster yang beredar, tergambar monyet memegang bendera bintang kejora atau The Morning Star. 

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Rabu, 04 Agustus 2021 11:59 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*69. Qaala satajidunii in syaa-a allaahu shaabiran walaa a’shii laka amraanDia (Musa) berkata, “Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun.”70. ...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...