Selasa, 15 Oktober 2019 19:34

Pembakaran Gedung DPRD Papua Barat Diduga Buntut Kericuhan di Surabaya, Konter Hp Dijarah

Senin, 19 Agustus 2019 13:24 WIB
Editor: Tim
Pembakaran Gedung DPRD Papua Barat Diduga Buntut Kericuhan di Surabaya, Konter Hp Dijarah
Kolase kebakaran gedung DPRD Papua Barat.

MANOKWARI, BANGSAONLINE.com - Suasana Kota Manokwari mencekam pasca pembakaran gedung DPRD Provinsi Papua Barat, Senin (19/8). Aksi pembakaran gedung DPRD itu didahului demo mengecam kericuhan di asrama mahasiswa Papua, Jalan Kalasan Surabaya, Jumat (16/8/2019) lalu.

Dikutip dari Antara, Simon salah satu warga mengungkapkan para mahasiswa itu kesal lantaran dituduh merusak bendera merah putih yang dipasang di depan asrama. Sedangkan, sampai saat ini bukti-bukti perusakan bendera itu juga tak jelas.

Polresta Surabaya juga belum menetapkan satu pun mahasiswa atas isu yang dituduhkan sebagai tersangka.

Simon juga mengungkapkan, saat pengepungan itu ada sejumlah oknum yang bertindak rasis. "Ada yang berteriak 'anjing, babi, monyet, keluar lu kalau berani! hadapi kami di depan!'," tuturnya. Hingga petugas menembakkan gas air mata.

Pembakaran gedung DPRD Papua Barat ini merembet ke aksi penjarahan. Berdasarkan video yang beredar melalui aplikasi percakapan, ada sebuah konter handphone yang dijarah. Dalam video itu, tampak massa menggeruduk sebuah konter handphone. Tak lama kemudian, beberapa dari mereka keluar membawa kardus handphone sambil berlari.

Di sisi lain, Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam wawancara dengan Kompas TV, membantah jika kejadian di Manokwari merupakan aksi spontanitas masyarakat dan mahasiswa.

"Sebetulnya tidak sespontan itu juga. Sebab, setelah kejadian di Surabaya, beberapa aktivis Papua sudah menyebar beberapa poster seruan aksi," tutur Brigjen Dedi.

'Besok monyet turun ke jalan'. 'Kami dipandang monyet. Dan monyet-monyet itu akan segera turun ke jalan. Anda yang merasa harga diri hancur segera gabung'. 'Kita akan desak Indonesia tinggalkan kami,' beberapa bunyi seruan itu.

Bahkan ada sejumlah poster yang beredar, tergambar monyet memegang bendera bintang kejora atau The Morning Star. 

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Senin, 14 Oktober 2019 10:04 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Rayap, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesa (KBBI), mengandung dua arti. Pertama, rayap adalah serangga (seperti semut) berwarna putih tidak bersayap. Kedua, rayap berarti orang yang mengeruk kantong orang lain.Dalam berbagai ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...