Selasa, 17 September 2019 12:30

Calon Arsitek ITB Belajar Tata Kota ke Wali Kota Risma

Sabtu, 03 Agustus 2019 03:21 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Arianto
Calon Arsitek ITB Belajar Tata Kota ke Wali Kota Risma
80 mahasiswa ITB foto bersama Risma di Balai Kota Surabaya, Jumat (2/8/2019).

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 80 mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang merupakan calon arsitek berkunjung ke Balai Kota Surabaya, Jumat (2/8/2019). Mereka belajar tata kota kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang merupakan arsitek dan sudah berhasil menata kota Surabaya hingga semakin dikenal dunia.

Pada kesempatan itu, Risma mengatakan kota ini bukan kata benda yang tidak bisa diatur seenaknya saja. Sebab, di dalam kota ini ada manusia yang miskin dan kaya, hitam dan putih, besar dan kecil. Sehingga tidak mudah memang mendesain suatu kota. Tapi kalau sudah niatnya dari awal baik, maka akan dimudahkan.

“Jadi, saya selalu sampaikan bahwa semuanya harus berpijak pada aturan dan semua proses yang dilalui harus sesuai aturan, itu yang selalu saya tekankan,” kata Risma mengawali paparannya.

Ia mencontohkan salah satunya program Musrembang yang mana semua masyarakat berhak mengusulkan pembangunan di sekitarnya masing-masing. Namun, dari usulan itu kemudian didiskusikan apakah usulan itu realistis atau tidak, manfaatnya bagi masyarakat bagaimana dan hal-hal lainnya yang harus didiskusikan secara komprehensif.

“Jadi, semua yang dilakukan itu selalu terkonsep dengan matang dan harus selalu dirancang untuk membuat hal itu bisa berjalan dengan baik. Itulah yang dilakukan selama ini di Kota Surabaya,” tegasnya.

Menurut Risma, yang harus diperhatikan pula adalah manajemen dari suatu proyek yang akan dirancang itu, termasuk diatur pula operasional dari proyek tersebut. Ia mencontohkan ketika membangun sekolah-sekolah di Kota Surabaya. Saat ini, toiletnya saja diperhatikan dengan membangun toilet seperti layaknya toilet bandara.

“Hal ini penting untuk mengajarkan kepada anak-anak supaya tahu kondisi di luar sana, sehingga dia tidak kaget kalau nanti akan ke toilet di bandara atau fasilitas umum lainnya,” ujarnya.

Selain itu, sekolah itu juga dilengkapi laboratorium, lapangan olahraga, LCD dan berbagai fasilias lainnya. Bahkan, ia juga memikirkan tentang petugas kebersihan dan petugas keamanan yang akan menjaga sekolah tersebut, sehingga apabila sudah selesai sekolahnya, tidak lagi kebingungan operasionalnya. “Jadi, semuanya dihitung operasionalnya,” imbuhnya.

Risma juga menyampaikan penanganan sampah di Kota Surabaya yang sudah berhasil menjadi listrik. Ia juga menjelaskan tentang pembangunan jalan dan pedestrian. Tak lupa pula menjelaskan pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) beserta berbagai pembangunan di Kota Surabaya.

“Dalam pembangunan Surabaya ini, tujuan utamanya adalah kesejahteraan warga, bukan penghargaan yang sering kita raih. Partisipasi warga juga menjadi poin penting dalam pembangunan Kota Surabaya,” kata dia.

Dosen pendamping dari ITB Dr Ing. Ir Himasari Hanan bersyukur karena sudah diterima dengan baik oleh Wali Kota Risma meskipun datang dengan jumlah yang sangat banyak. Namun, ketika masuk di ruang sidang Wali Kota Surabaya, ternyata mereka tertampung semuanya dan tidak terlihat banyaknya rombongan.

“Terima kasih banyak sudah diberikan kesempatan untuk berkunjung dan bisa ditemui langsung oleh Bu Risma,” kata dia.

Ia menjelaskan bahwa kuliah lapangan ini khusus bagi mahasiswa yang akan menginjak semester 5 untuk mendapatkan pelajaran langsung dari lapangan. Bagi dia, hal ini sangat penting karena biasanya yang didapatkan di lapangan tidak ada di kelas kuliah. Ia mencontohkan pelajaran berharga yang sudah didapatkan para mahasiswa ketika berdiskusi dengan Risma.

“Pelajaran berharga yang mungkin tidak didapatkan di kelas adalah bahwa saat mendesain itu harus juga dipikirkan manusianya. Jadi, tujuan utamanya jangan sampai meleset, memang kita ubah secara fisiknya, tapi di balik fisik itu juga harus diperhatikan,” kata dia.

Oleh karena itu, ke depannya apabila para mahasiswa itu akan membuat tugas mendesain sebuah proyek, maka harus dipikirkan pula keuntungan bagi masyarakatnya dan operasionalnya bagaimana, sehingga tidak asal dalam membangun.

“Ini pengalaman dan pembelajaran yang berharga dan luar biasa dari Bu Risma yang mungkin tidak akan pernah anak-anak lupakan,” pungkasnya. (ian/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...