Kepala Perwakilan Unicef Pulau Jawa Arie Rukmantara didampingi Plt Kepala Dinkominfo Kota Surabaya M Fikser saat jumpa pers di Kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Jumat (2/8/2019). foto: YUDI A/ BANGSAONLINE
“Sebagai bentuk apresiasi Wali Kota Risma kepada 15 anak yang terpilih mengikuti workshop itu nantinya mereka akan dibekali dengan kamera pocket,” tegasnya.
Kepala Perwakilan Unicef Pulau Jawa, Arie Rukmantara menyampaikan, kegiatan workshop fotografi di Surabaya ini merupakan hadiah dari Unicef atas keberhasilan Kota Pahlawan menjadi Kota Layak Anak (KLA) terbaik di Indonesia.
Ari menuturkan, dalam tiap tahun Giacomo Pirozzi hanya mengadakan 3 sampai 4 kali workshop di seluruh dunia. Sedangkan tahun 2019 ini, Surabaya menjadi satu dari dua Negara lain, Mongolia dan Vietnam yang menyelenggarakan kelas fotografi ini.
“Surabaya spesial sekali, karena tidak mudah membawa fotografer senior kami untuk datang ke Surabaya dan melatih anak-anak jenjang SD dan SMP,” ujarnya.
Tak hanya itu, kegiatan workshop ini merupakan hadiah turunan yang diberikan Unicef kepada Kota Surabaya karena berhasil menjadi KLA terbaik di Indonesia. “KTT KLA di Jerman nanti akan dihadiri lebih dari 80 lebih wali kota yang kotanya terpilih sebagai KLA tingkat nasional dari seluruh dunia,” paparnya.
Arie menyebut, lima karya terbaik dari 20 anak tersebut juga akan dipamerkan di depan 80 lebih wali kota dan pengamat dari seluruh dunia. “KTT di Jerman itu juga memastikan bahwa KLA Surabaya tidak hanya terbaik di Indonesia tapi juga di tingkat dunia,” pungkasnya. (ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




