Minggu, 15 September 2019 20:21

Elpiji 3 Kg di Pacitan Langka dan Harganya Melambung, Cuaca Perairan Aman Terkendali

Senin, 29 Juli 2019 17:05 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Elpiji 3 Kg di Pacitan Langka dan Harganya Melambung, Cuaca Perairan Aman Terkendali
Tukijem salah seorang pemilik warung makan di Pacitan. foto: YUNIARDI SUTONDO/ BANGSAONLINE

PACITAN, BANGSANOLINE.com - Sejumlah masyarakat Kabupaten Pacitan mengeluh karena kesulitan untuk mendapatkan gas ukuran 3 kilogram (kg). Selain barang langka, harga di tingkat pengecer juga ikut melambung.

Salah satu pemilik warung makan di Pacitan, Tukijem mengatakan harga gas melon di eceran saat ini mencapai Rp 24 ribu per tabung. Namun untuk langganan di agen masih tetap Rp 16 ribu per tabung.

"Soal harga naik nggak masalah, yang penting barangnya mudah didapat. Tapi saat ini harganya mahal, barangnya langka," tutur ibu tiga anak ini, Senin (29/7).

Selain mahal dan langka, beberapa agen penjual gas juga melakukan pembatasan penjualan dengan membagikan kupon ke pelanggan. "Jadi kalau bukan pelanggan tidak akan dikasih. Mereka bisa membeli ke kios eceran yang harganya jauh lebih mahal," terangnya.

Selain gas, Tukijem juga mengeluhkan kenaikan harga cabai yang hingga detik ini tembus Rp 90 ribu per kg. "Makanya kami nggak buat sambel. Sebab harga cabai mahal Mas (wartawan)," tuturnya.

Langkanya elpiji 3 kg juga dirasakan Wawan, pedagang bakso keliling. Ia yang biasanya bisa membeli empat tabung gas dalam sepekan, belakangan hanya bisa mendapatkan satu tabung. "Pokoknya setiap dua hari sekali saya menghabiskan dua tabung buat jualan bakso. Tapi saat ini sulit mencari gas tersebut," ujarnya secara terpisah.

Terkait hal ini, Asisten Perkonomian dan Pembangunan Sekkab Pacitan Joni Maryono mengatakan  pihaknya sudah menandatangani surat dari sekkab terkait usulan penambahan kuota gas bersubsidi itu. "Kemarin saya juga sudah paraf, ada usulan dari Disperindag buat penambahan kuota," tutur Joni.

Namun Joni tidak bisa memerinci jumlah kuota sebelum ada penambahan maupun setelah penambahan. "Nanti saya cek ke Disperindag soal alokasi kuota yang dibutuhkan," ungkap Joni melalui ponselnya.

Terkait harga cabai, Joni menegaskan hal itu merupakan dampak musim. Menurutnya, fenomena mahalnya harga cabai juga tidak hanya terjadi di Pacitan. "Mungkin itu sudah menasional, sebagai dampak musim dan cuaca sehingga produksi petani merosot. Sedangkan kebutuhan terus melambung," tandasnya. (yun/rev)


Cuaca Perairan Aman Terkendali

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Kondisi cuaca di perairan Pacitan hingga Senin (29/7) masih relatif kondusif. Meski sedikit berawan, namun tak begitu membahayakan untuk aktivitas pelayaran maupun nelayan yang hendak melaut. "Kondisi masih aman terkendali, tidak ditemukan gejala cuaca ekstrim," kata Komandan Pos Kamladu Pacitan Pelda Totok, Senin (29/7).

Menurut Totok, sampai saat ini cuaca berawan dengan ketinggian gelombang laut di antara 1,25 meter hingga 2,5 meter. Sedangkan kecepatan angin rata-rata 27,8 km/ jam, dengan suhu udara di antara 32 derajat Celcius. serta kelembapan antara 50%, arah angin Timur.

Aktivitas nelayan masih normal seperti hari biasanya. Mereka masih nampak melaut. "Namun kami imbau tetap waspada dan lebih berhati-hati. Sebab segala kemungkinan masih saja terjadi," imbau Totok. (yun/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...