Rabu, 05 Agustus 2020 05:41

Elpiji 3 Kg di Pacitan Langka dan Harganya Melambung, Cuaca Perairan Aman Terkendali

Senin, 29 Juli 2019 17:05 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Elpiji 3 Kg di Pacitan Langka dan Harganya Melambung, Cuaca Perairan Aman Terkendali
Tukijem salah seorang pemilik warung makan di Pacitan. foto: YUNIARDI SUTONDO/ BANGSAONLINE

PACITAN, BANGSANOLINE.com - Sejumlah masyarakat Kabupaten Pacitan mengeluh karena kesulitan untuk mendapatkan gas ukuran 3 kilogram (kg). Selain barang langka, harga di tingkat pengecer juga ikut melambung.

Salah satu pemilik warung makan di Pacitan, Tukijem mengatakan harga gas melon di eceran saat ini mencapai Rp 24 ribu per tabung. Namun untuk langganan di agen masih tetap Rp 16 ribu per tabung.

"Soal harga naik nggak masalah, yang penting barangnya mudah didapat. Tapi saat ini harganya mahal, barangnya langka," tutur ibu tiga anak ini, Senin (29/7).

Selain mahal dan langka, beberapa agen penjual gas juga melakukan pembatasan penjualan dengan membagikan kupon ke pelanggan. "Jadi kalau bukan pelanggan tidak akan dikasih. Mereka bisa membeli ke kios eceran yang harganya jauh lebih mahal," terangnya.

Selain gas, Tukijem juga mengeluhkan kenaikan harga cabai yang hingga detik ini tembus Rp 90 ribu per kg. "Makanya kami nggak buat sambel. Sebab harga cabai mahal Mas (wartawan)," tuturnya.

Langkanya elpiji 3 kg juga dirasakan Wawan, pedagang bakso keliling. Ia yang biasanya bisa membeli empat tabung gas dalam sepekan, belakangan hanya bisa mendapatkan satu tabung. "Pokoknya setiap dua hari sekali saya menghabiskan dua tabung buat jualan bakso. Tapi saat ini sulit mencari gas tersebut," ujarnya secara terpisah.

Terkait hal ini, Asisten Perkonomian dan Pembangunan Sekkab Pacitan Joni Maryono mengatakan  pihaknya sudah menandatangani surat dari sekkab terkait usulan penambahan kuota gas bersubsidi itu. "Kemarin saya juga sudah paraf, ada usulan dari Disperindag buat penambahan kuota," tutur Joni.

Namun Joni tidak bisa memerinci jumlah kuota sebelum ada penambahan maupun setelah penambahan. "Nanti saya cek ke Disperindag soal alokasi kuota yang dibutuhkan," ungkap Joni melalui ponselnya.

Terkait harga cabai, Joni menegaskan hal itu merupakan dampak musim. Menurutnya, fenomena mahalnya harga cabai juga tidak hanya terjadi di Pacitan. "Mungkin itu sudah menasional, sebagai dampak musim dan cuaca sehingga produksi petani merosot. Sedangkan kebutuhan terus melambung," tandasnya. (yun/rev)


Cuaca Perairan Aman Terkendali

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Kondisi cuaca di perairan Pacitan hingga Senin (29/7) masih relatif kondusif. Meski sedikit berawan, namun tak begitu membahayakan untuk aktivitas pelayaran maupun nelayan yang hendak melaut. "Kondisi masih aman terkendali, tidak ditemukan gejala cuaca ekstrim," kata Komandan Pos Kamladu Pacitan Pelda Totok, Senin (29/7).

Menurut Totok, sampai saat ini cuaca berawan dengan ketinggian gelombang laut di antara 1,25 meter hingga 2,5 meter. Sedangkan kecepatan angin rata-rata 27,8 km/ jam, dengan suhu udara di antara 32 derajat Celcius. serta kelembapan antara 50%, arah angin Timur.

Aktivitas nelayan masih normal seperti hari biasanya. Mereka masih nampak melaut. "Namun kami imbau tetap waspada dan lebih berhati-hati. Sebab segala kemungkinan masih saja terjadi," imbau Totok. (yun/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 30 Juli 2020 21:34 WIB
Oleh: KH. Agoes Ali Masyhuri*Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang menyerahkan dana hibah puluhan miliar rupiah kepada Tanoto dan Sampoerna Foundation membuat dua ormas besar Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kecewa dan mundur dari organi...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...