Sabtu, 24 Agustus 2019 10:30

Diduga Bobol Rp 1,8 M, Debitur BRI Ditahan Kejari Surabaya

Jumat, 26 Juli 2019 23:00 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Anatasia Novarina
Diduga Bobol Rp 1,8 M, Debitur BRI Ditahan Kejari Surabaya
Tersangka saat digelandang petugas Kejari Surabaya.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Penyidik pidana khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya kembali menjebloskan satu orang debitur karena diduga membobol bank BRI sebesar Rp 1,8 miliar dengan modus kredit fiktif dan 5 aset yang dimiliki keempat tersangka.

Tersangka yang diketahui berinisial AS ini bekerja sama dengan tersangka lainnya yakni NLH, mantan Associate Account Officer (AAO) PT BRI Surabaya dan LH, debitur Kredit Modal Kerja (KMK) BRI, dan 2 tersangka lain

"Hari ini Tim Penyidik Pidsus Kejari Surabaya telah menyita 5 obyek berupa tanah dan bangunan di beberapa tempat dan menetapkan satu tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi kredit fiktif pada salah satu BRI di Surabaya. Keduanya kita tahan selama 20 hari ke depan," ujar Anton Delianto, Kepala Kejari Surabaya, Kamis (25/7).

Ia menjelaskan, kasus berawal saat BRI memberikan kredit modal kerja Ritel Max.Co kepada 9 debitur. Kemudian seluruh permohonan kredit tersebut seluruhnya diproses oleh NLH selaku AAO BRI. 

“Ternyata NLH bermufakat jahat dengan AS dengan modus menggunakan identitas debitur palsu seperti KTP palsu, legalitas usaha debitur palsu," ujarnya.

Setelah dana cair, uang tersebut tidak digunakan sesuai pengajuan dan malah digunakan untuk kepentingan pribadi terdakwa. "Dalam hal ini, terdakwa mendapat bagian kurang lebih Rp 390 juta, sisanya dibagi-bagi dan ini masih kita dalami," ujarnya.

Dalam kasus ini, tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat 1, pasal 3 jo pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Anton menambahkan, penanganan kasus ini merupakan bentuk kerja sama antara Kejari Surabaya dengan BRI. “Kerja sama dalam menciptakan Zero Telorance Fraud atau tidak ada toleransi bagi oknum-oknum yang berbuat curang, yang merugikan keuangan negara,” pungkasnya. (ana/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...