Sabtu, 18 Januari 2020 06:50

Diduga Bobol Rp 1,8 M, Debitur BRI Ditahan Kejari Surabaya

Jumat, 26 Juli 2019 23:00 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Anatasia Novarina
Diduga Bobol Rp 1,8 M, Debitur BRI Ditahan Kejari Surabaya
Tersangka saat digelandang petugas Kejari Surabaya.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Penyidik pidana khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya kembali menjebloskan satu orang debitur karena diduga membobol bank BRI sebesar Rp 1,8 miliar dengan modus kredit fiktif dan 5 aset yang dimiliki keempat tersangka.

Tersangka yang diketahui berinisial AS ini bekerja sama dengan tersangka lainnya yakni NLH, mantan Associate Account Officer (AAO) PT BRI Surabaya dan LH, debitur Kredit Modal Kerja (KMK) BRI, dan 2 tersangka lain

"Hari ini Tim Penyidik Pidsus Kejari Surabaya telah menyita 5 obyek berupa tanah dan bangunan di beberapa tempat dan menetapkan satu tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi kredit fiktif pada salah satu BRI di Surabaya. Keduanya kita tahan selama 20 hari ke depan," ujar Anton Delianto, Kepala Kejari Surabaya, Kamis (25/7).

Ia menjelaskan, kasus berawal saat BRI memberikan kredit modal kerja Ritel Max.Co kepada 9 debitur. Kemudian seluruh permohonan kredit tersebut seluruhnya diproses oleh NLH selaku AAO BRI. 

“Ternyata NLH bermufakat jahat dengan AS dengan modus menggunakan identitas debitur palsu seperti KTP palsu, legalitas usaha debitur palsu," ujarnya.

Setelah dana cair, uang tersebut tidak digunakan sesuai pengajuan dan malah digunakan untuk kepentingan pribadi terdakwa. "Dalam hal ini, terdakwa mendapat bagian kurang lebih Rp 390 juta, sisanya dibagi-bagi dan ini masih kita dalami," ujarnya.

Dalam kasus ini, tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat 1, pasal 3 jo pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Anton menambahkan, penanganan kasus ini merupakan bentuk kerja sama antara Kejari Surabaya dengan BRI. “Kerja sama dalam menciptakan Zero Telorance Fraud atau tidak ada toleransi bagi oknum-oknum yang berbuat curang, yang merugikan keuangan negara,” pungkasnya. (ana/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 01 Januari 2020 19:47 WIB
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Wisata Edukasi Kampung Coklat di Kabupaten Blitar baru-baru ini telah menghadirkan spot instagramable bagi para pengunjung.Lokasi wisata yang terletak di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar tersebut ...
Senin, 13 Januari 2020 16:17 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanKHM Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Putra Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu selain dikenal sebagai tokoh NU dan komandan Laskar Hizbullah juga pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun (1965-2006). Untuk mengenan...
Rabu, 15 Januari 2020 12:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*79. Wamina allayli fatahajjad bihi naafilatan laka ‘asaa an yab’atsaka rabbuka maqaaman mahmuudaanDan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan...
Kamis, 16 Januari 2020 12:56 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...