Kamis, 13 Agustus 2020 11:58

​Respons Keluhan Warga, Dishub Sidoarjo Evaluasi Jalur Alternatif Sukodono

Rabu, 24 Juli 2019 00:10 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Catur Andy
​Respons Keluhan Warga, Dishub Sidoarjo Evaluasi Jalur Alternatif Sukodono
Warga saat melewati jembatan darurat dari gedhek.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo merespons keluhan warga tentang keruwetan jalur alternatif akibat pembangunan jembatan di Jalan Raya Sukodono.

Kepala Dishub Sidoarjo Bahrul Amiq mengatakan, sebelum menentukan jalur alternatif, pihaknya juga telah melakukan kajian dan analisa di lapangan. "Tapi kebijakan itu kan tidak saklek. Jika dalam perjalanannya ternyata butuh perbaikan, tentu kami juga akan melakukannya," ujar Amiq, Selasa (23/7/2019).

Mendapat aduan bahwa jalur alternatif banyak dikeluhkan, pihaknya pun siap mengevaluasinya. Tim dari Dishub bakal dikerahkan untuk melakukan evaluasi dan menganalisanya.

"Jika memang harus ada perubahan, sangat mungkin kita lakukan. Penentuan jalur alternatif itu kan sifatnya diskresi," tandas mantan Kepala DLHK Sidoarjo tersebut.

Ya, sudah sekitar dua minggu ini jalan Raya Sukodono Sidoarjo tak bisa dilewati karena jembatannya dibongkar. Diperkirakan, proses pembangunan jembatan itu butuh waktu sekitar dua bulan. Untuk sepeda motor bisa lewat jembatan darurat dari gedhek yang dibangun di sebelah timur jembatan yang sedang dibongkar. Jaraknya sekitar 100 meter.

Karena lebarnya hanya sekitar 1,5 meter, pengendara motor pun harus bergantian saat melintasinya. Dari utara atau selatan, diatur bergiliran oleh warga di sana. Sementara untuk kendaraan besar, seperti mobil, truk, dan sebagainya, tetap harus memutar jauh. Dan selama ini pun kerap ada masalah.

Dari selatan, kendaraan harus belok ke kanan di dekat Polsek Sukodono. Sekitar 1,5 km ke timur kemudian belok kiri melewati Desa Suruh dan area persawahan di Dusun Lengki. Terus sampai ke Desa Klopo Sepuluh dan belok kiri ke pertigaan Dungus.

"Demikian halnya dari arah Utara, dari Dungus melewati jalan yang sama sampai tembus pertigaan sebelah Polsek Sukodono," ungkap Waluyo, warga Sukodono.

Kondisi itu juga kerap dikeluhkan karena acapkali mengakibatkan masalah. Yang paling sering adalah truk atau mobil terperosok di persawahan Lengki ketika bersimpangan.

"Karena jalannya sempit. Dan ketika ada insiden, jalan antardesa yang sementara ini menjadi jalur utama itupun macet parah dari dua arah," ujar bapak dua anak ini.

Warga berharap, jalur itu hanya dimanfaatkan untuk jalan alternatif dari arah selatan saja. Sementara dari arah sebaliknya, diharapkan bisa memanfaatkan jalan melewati Desa Plumbungan kemudian ke Padmonegoro dan Pekarungan.

Jika jalan alternatif dari Utara dan Selatan dibedakan, diyakini bisa menekan potensi macet. Karena volume kendaraan di kawasan itu tinggi, sementara jalan alternatif yang dipakai selama ini terbilang kecil.

Sementara jembatan utama itu sendiri masih dalam proses pembongkaran. Alat berat terlihat beroperasi di sana, dan diperkirakan pembangunan butuh waktu sekitar dua bulan.

Menurut Kepala Dinas Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) Sidoarjo Sunarti Setyaningsih, proyek pembangunan jembatan itu bakal berakhir atau rampung akhir Agustus nanti.

"Itu sesuai kontraknya. Progres di lapangan sekarang ini, setelah pemasangan box baru ada pekerjaan oprit yang menggunakan beton. Sehingga butuh sekitar minggu setelah pengecoran nanti, jembatan baru bisa dilewati," urai Naning, panggilan Sunarti Setyaningsih. (cat/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Kamis, 13 Agustus 2020 09:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...