Jumat, 07 Mei 2021 22:29

​Respons Keluhan Warga, Dishub Sidoarjo Evaluasi Jalur Alternatif Sukodono

Rabu, 24 Juli 2019 00:10 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Catur Andy
​Respons Keluhan Warga, Dishub Sidoarjo Evaluasi Jalur Alternatif Sukodono
Warga saat melewati jembatan darurat dari gedhek.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo merespons keluhan warga tentang keruwetan jalur alternatif akibat pembangunan jembatan di Jalan Raya Sukodono.

Kepala Dishub Sidoarjo Bahrul Amiq mengatakan, sebelum menentukan jalur alternatif, pihaknya juga telah melakukan kajian dan analisa di lapangan. "Tapi kebijakan itu kan tidak saklek. Jika dalam perjalanannya ternyata butuh perbaikan, tentu kami juga akan melakukannya," ujar Amiq, Selasa (23/7/2019).

Mendapat aduan bahwa jalur alternatif banyak dikeluhkan, pihaknya pun siap mengevaluasinya. Tim dari Dishub bakal dikerahkan untuk melakukan evaluasi dan menganalisanya.

"Jika memang harus ada perubahan, sangat mungkin kita lakukan. Penentuan jalur alternatif itu kan sifatnya diskresi," tandas mantan Kepala DLHK Sidoarjo tersebut.

BACA JUGA : 

​Dikira Petasan, Penembakan Misterius di Waru Sidoarjo Lubangi Tembok hingga Tembus Motor

Tabrak Truk, Pengendara Sepeda Motor Meninggal di Sidorejo Krian Sidoarjo

1 Ekor Musang yang Sering Berkeliaran di Perum Pondok Candra Sidoarjo Tertangkap, 3 Masih Buron

Truk Tronton Terguling di Bypass Krian, Muatan Batu Bara Tumpah ke Jalan

Ya, sudah sekitar dua minggu ini jalan Raya Sukodono Sidoarjo tak bisa dilewati karena jembatannya dibongkar. Diperkirakan, proses pembangunan jembatan itu butuh waktu sekitar dua bulan. Untuk sepeda motor bisa lewat jembatan darurat dari gedhek yang dibangun di sebelah timur jembatan yang sedang dibongkar. Jaraknya sekitar 100 meter.

Karena lebarnya hanya sekitar 1,5 meter, pengendara motor pun harus bergantian saat melintasinya. Dari utara atau selatan, diatur bergiliran oleh warga di sana. Sementara untuk kendaraan besar, seperti mobil, truk, dan sebagainya, tetap harus memutar jauh. Dan selama ini pun kerap ada masalah.

Dari selatan, kendaraan harus belok ke kanan di dekat Polsek Sukodono. Sekitar 1,5 km ke timur kemudian belok kiri melewati Desa Suruh dan area persawahan di Dusun Lengki. Terus sampai ke Desa Klopo Sepuluh dan belok kiri ke pertigaan Dungus.

"Demikian halnya dari arah Utara, dari Dungus melewati jalan yang sama sampai tembus pertigaan sebelah Polsek Sukodono," ungkap Waluyo, warga Sukodono.

Kondisi itu juga kerap dikeluhkan karena acapkali mengakibatkan masalah. Yang paling sering adalah truk atau mobil terperosok di persawahan Lengki ketika bersimpangan.

"Karena jalannya sempit. Dan ketika ada insiden, jalan antardesa yang sementara ini menjadi jalur utama itupun macet parah dari dua arah," ujar bapak dua anak ini.

Warga berharap, jalur itu hanya dimanfaatkan untuk jalan alternatif dari arah selatan saja. Sementara dari arah sebaliknya, diharapkan bisa memanfaatkan jalan melewati Desa Plumbungan kemudian ke Padmonegoro dan Pekarungan.

Jika jalan alternatif dari Utara dan Selatan dibedakan, diyakini bisa menekan potensi macet. Karena volume kendaraan di kawasan itu tinggi, sementara jalan alternatif yang dipakai selama ini terbilang kecil.

Sementara jembatan utama itu sendiri masih dalam proses pembongkaran. Alat berat terlihat beroperasi di sana, dan diperkirakan pembangunan butuh waktu sekitar dua bulan.

Menurut Kepala Dinas Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) Sidoarjo Sunarti Setyaningsih, proyek pembangunan jembatan itu bakal berakhir atau rampung akhir Agustus nanti.

"Itu sesuai kontraknya. Progres di lapangan sekarang ini, setelah pemasangan box baru ada pekerjaan oprit yang menggunakan beton. Sehingga butuh sekitar minggu setelah pengecoran nanti, jembatan baru bisa dilewati," urai Naning, panggilan Sunarti Setyaningsih. (cat/ian)

Suami Takut Istri
Kamis, 06 Mei 2021 18:19 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dalam seminar bertema gender, Gus Dur ditanya seorang peserta. Pertanyaannya sangat sensitif dan pribadi. “Gus, katanya beberapa kiai juga takut pada istri. Apa Gus Dur juga takut pada istri?,” tanya orang itu....
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Jumat, 07 Mei 2021 06:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wartawan kondang Dahlan Iskan mencatat dua waswas setelah pengumuman pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2021 ternyata minus hampir 1 persen.Apa saja? Silakan baca tulisan wartawan kawakan itu di HARIAN BANGSA dan BANGSA...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Jumat, 07 Mei 2021 10:42 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...