Selasa, 17 September 2019 12:23

Dinilai Hanya Cari Untung, Tuntut Pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Cheng Hoo Dibubarkan

Kamis, 18 Juli 2019 16:26 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ardianzah
Dinilai Hanya Cari Untung, Tuntut Pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Cheng Hoo Dibubarkan
Suasana Pasar Wisata Cheng Hoo saat sore hari. foto: ARDIANZAH/ BANGSAONLINE

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Para pedagang Pasar Wisata Cheng Hoo semakin dibuat jengkel dengan pengurus paguyuban pedagang setempat. Hal ini setelah mereka mengetahui, bahwa pengurus paguyuban pedagang mengeruk uang sebanyak Rp 24 juta per bulan yang merupakan hasil pungutan dari pedagang

Rp. 24.120.000 juta tiap bulan itu diraup pengurus paguyuban pedagan Pasar Cheng Hoo, dengan rincian 40 pedagang asongan membayar Rp 500.000 ribu per bulan sehingga menghasilkan 10 juta. Kemudian sebanyak 52 stan membayar Rp 130.000 per bulan = 6.700.000. Stan asesoris 190.000x18 = 3.420.000. Stan pedagang buah 200.000x20 = 2.000.000. Sehingga apabila ditotal, rata-rata ada Rp 24 juta uang hasil pungutan dari pedagang.

Terkait hal ini, Supadi, salah satu pedagang, meminta agar paguyuban pedagang dibubarkan, karena hanya dimanfaatkan oleh segelintir oknum tertentu untuk meraup keuntungan pribadi. Bahkan, Supadi yang juga menjabat Sekretaris I Paguyuban Pedagang menyebut, selama ini pedagang hanya dijadikan sapi perah untuk ditarik pungutan. 

"Kita mintak untuk pergantian ulang saja paguyuban pedagang. Selama saya jadi pedagang dan menempati Pasar Wisata Cheng Hoo belum pernah merasakan dampak positif dengan keberadaan paguyuban pasar, yang ada hanya malah mencari keuntungan pribadi yang berlindung di balik nama paguyuban pedagang," terangnya.

"Saya tidak simpatik dengan cara-cara demikian, kalau memang sekretaris II Hari Supriyanto mengatasnamakan Ketua Paguyuban dalam menarik pungutan, semestinya dia ajak ngobrol dulu para pedagang, apa permasalahan pedagang di sini. Dan, setelah itu kita undang pihak pasar untuk duduk bersama memecahkan permasalahan yang ada," urainya.

"Itu jikalau memang benar pedagang ada masalah. Tapi jika pedagang sudah tenteram menjalankan aktivitas berikut mentaati prosedur yang sudah ada, ya tolong janganlah diprovokasi hingga memicu ketidaknyamanan antar pedagang," jelasnya kepada bangsaonline.com.

"Jika keberadaan paguyuban pasar hanya berdampak kegaduhan, maka bubarkan saja. Kita ganti ulang kepengurusan, mengingat kami pedagang di sini sudah tidak lagi membutuhkan orang-orang yang bersuara lantang, akan tetapi mencari keuntungan pribadi tanpa mengindahkan peraturan yang sudah ada," tambahnya. 

Hal senada disampaikan penasihat Pasar Wisata Cheng Hoo, Mukarromah. Ia menilai kinerja Paguyuban Pasar Wisata Cheng Hoo selama ini tidak maksimal. Karena itu, ia juga menyarankan agar kepengurusan paguyuban pedagang dirombak.

"Seharusnya fungsi paguyuban hanya sebatas kepanjangan tangan pedagang. Tapi untuk Paguyuban Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan menurut kami overlap. Dengan kata lain kinerja paguyuban sudah keluar dari ketentuan," jelasnya.

Ia mencontohkan pengurusan ponten yang harus setor 2 juta. "Kita di bawah kan sudah punya petugas dan hal seperti itu kan sudah di luar ranah dari paguyuban pasar. Paguyuban hanya dijadikan tameng, dimanfaatkan untuk meraup kepentingan pribadi dan itu banyak bukti," pungkasnya kepada bangsaonline.com. (ard/par/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...