Senin, 22 Juli 2019 13:57

Jelang Muktamar ke-34, Tiga Ulama Jatim Layak Jadi Ketua Umum PBNU

Rabu, 10 Juli 2019 01:09 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M Didi Rosadi
Jelang Muktamar ke-34, Tiga Ulama Jatim Layak Jadi Ketua Umum PBNU
KH. Nuruddin A. Rahman, Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim. foto: istimewa.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34 digelar tahun depan. Salah satu agenda utama dalam muktamar tersebut adalah memilih Ketua Umum PBNU (Tanfidz) periode 2020-2025. Sementara Ketua Umum PBNU saat ini, KH. Said Aqil Siradj sudah menyatakan tak bersedia dicalonkan kembali.

Publik pun mulai mencari siapa tokoh yang layak menggantikan Kiai Said Aqil Siradj yang telah dua kali memimpin ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut. Sejumlah ulama asal Jawa Timur pun disebut layak menjadi Ketua Umum PBNU mendatang.

KH. Nuruddin A. Rahman, pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam Tunjung, Bangkalan menilai ada tiga ulama asal Jawa Timur yang layak menjadi Ketua Umum PBNU periode 2020-2025. Mereka dianggap memenuhi unsur kecakapan, pengalaman, dan loyalitas serta pengabdiannya pada NU.

"Saya menilai Kiai Hasan Muttawakkil Alallah (Ponpes Zainul Hasan, Genggong) Kiai Ali Maschan Moesa (Ponpes Luhur Al Husna), dan Kiai Ahmad Fahrur Rozi Burhan (Ponpes An Nur I Bululawang) layak sebagai calon Ketua Umum PBNU mendatang," tutur Kiai Nuruddin kepada wartawan, Selasa (9/7).

Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur ini mengungkapkan ketiga ulama tersebut sudah terbukti pengabdiannya di NU. Sebab ketiganya pernah memimpin PWNU Jatim. Kiai Ali Maschan dan Kiai Muttawakkil bahkan mantan Ketua PWNU Jatim. Sedangkan Kiai Fahrur Rozi (Gus Fahrur) adalah Wakil Ketua PWNU Jatim periode 2018-2023.

Menurut Kiai Nuruddin, rekam jejak menjadi pengurus PWNU Jatim penting untuk syarat sebagai calon Ketua Umum PBNU. Pasalnya, NU di Jawa Timur adalah barometer NU secara nasional.

"Kalau pernah memimpin PWNU Jatim, Insya Allah bisa memimpin PBNU. Karena NU Jatim adalah barometer NU nasional," urai Kiai Nuruddin.

Kiai Nuruddin menjelaskan, pihaknya tidak akan secara resmi merekomendasikan calon Ketua Umum PBNU karena alasan kepatutan. Namun pihaknya akan membuka diri bila pengurus wilayah lain merekomendasikan ulama dari Jawa Timur sebagai Ketua Umum Tanfidz.

Bagi Kiai asal Burneh, Bangkalan ini, yang menjadi prioritas utama adalah Rais Aam idealnya dari Jawa Timur. Karena itu, ia berharap Kiai Miftachul Akhyar tetap menjadi Rais Aam PBNU.

"Untuk Rais Aam PBNU, kami berharap tetap Kiai Miftach. Kalau untuk Tanfidz kami persilakan 3 tokoh dari Jatim, Kiai Ali Maschan, Kiai Muttawakkil dan Gus Fahrur," pungkas kiai kharismatik tersebut. (mdr/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...